MEDIA-KAMPUS.COM (NMN) – Komunitas Arsitek Desa Al Munawar di Desa Citaman, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, mendapatkan pendampingan untuk mengembangkan kemampuan desain menjadi jasa profesional bernilai ekonomi.
Pendampingan yang dilaksanakan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Islam Bandung (Unisba), Minggu (19/7/2026), tersebut memadukan peningkatan kompetensi desain digital dengan penguatan wawasan kewirausahaan.
Kegiatan ini merupakan tahap ketiga program PKM Unisba yang memperoleh pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026. Program tersebut masuk dalam Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan.
Mengangkat tema “Pemberdayaan Komunitas Arsitek Desa melalui Rancang Taman Bermain Anak Usia Dini Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung”, program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam merencanakan kawasan. Peserta juga diarahkan untuk mengembangkan keterampilan desain berbasis teknologi sebagai peluang usaha.
Pada tahap sebelumnya, tim PKM Unisba telah memberikan dukungan teknologi berupa D5 Pro Renderer, SketchUp, Solid State Drive (SSD), dan flashdisk. Perangkat tersebut digunakan untuk menunjang proses pembelajaran sekaligus meningkatkan keterampilan peserta dalam membuat desain digital.
Berbekal pelatihan dan fasilitas tersebut, anggota Komunitas Arsitek Desa Al Munawar mulai menghasilkan site plan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Pada pendampingan tahap ketiga, tim PKM Unisba meninjau dan mengevaluasi site plan yang telah dibuat peserta. Penilaian mencakup ketepatan teknis, efektivitas tata ruang, dan penyempurnaan konsep agar desain memiliki kualitas lebih baik serta memungkinkan untuk diterapkan.
Ketua Tim PKM Unisba, Intan Nurrachmi, S.H.I., M.E.Sy., turut menyampaikan materi mengenai upaya mengubah nilai produk dan jasa menjadi nilai ekonomi.
Peserta diberikan pemahaman bahwa site plan bukan sekadar hasil desain, melainkan dapat dikembangkan menjadi layanan profesional dengan nilai jual. Keahlian tersebut berpotensi membuka peluang usaha baru apabila dikelola secara tepat dan berkelanjutan.
Dalam sesi kewirausahaan, peserta dibimbing untuk mengenali nilai tambah produknya, menyusun model bisnis sederhana, menentukan harga jasa, dan membangun kepercayaan pelanggan. Kepercayaan konsumen menjadi salah satu unsur penting dalam mempertahankan usaha berbasis keahlian desain.
Kepala Desa Citaman, Yayan Heryana, yang membuka kegiatan secara resmi, mengapresiasi keberlanjutan pendampingan dari Unisba.
Ia menilai program tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Desa Citaman. Komunitas Arsitek Desa diharapkan tidak hanya menghasilkan karya bernilai ekonomi, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan desa.
Pendampingan tersebut turut melibatkan anggota tim PKM Unisba, yakni Weishaguna, S.T., M.M. dan Dr. Erhamwilda, Dra., M.Pd. Dua mahasiswa, Saeful Hidayat dan Asti Fitriyanti, juga berpartisipasi dalam kegiatan.
Keterlibatan dosen, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam membangun program pemberdayaan yang berkesinambungan.
Melalui program ini, Unisba tidak hanya memperkenalkan teknologi desain kepada masyarakat, tetapi juga menumbuhkan pola pikir kewirausahaan. Dengan demikian, hasil karya komunitas dapat berkembang menjadi layanan profesional yang memiliki daya saing dan manfaat ekonomi.
Komunitas Arsitek Desa Al Munawar diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif desa melalui jasa perencanaan dan desain yang inovatif. Kehadirannya juga diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat di Kabupaten Bandung. (askur/nmn)***


