MEDIA-KAMPUS.COM – Universitas Islam Bandung melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar kegiatan bertajuk Pembekalan Pengelolaan Food Waste bagi Dosen Pendamping Lapangan (DPL) dan mahasiswa, Jumat (10/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Student Centre Unisba ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas akademisi dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat, khususnya sampah organik rumah tangga di empat kelurahan di Kecamatan Arcamanik.
Kegiatan ini dibagi ke dalam dua sesi utama. Pada sesi pertama yang berlangsung pukul 08.30–11.00 WIB, hadir Dr. Ir. Mohamad Satori, M.T., IPU, dosen Fakultas Teknik Unisba sekaligus Ketua Forum Bank Sampah Jawa Barat, bersama Ir. M. Eko Damayanto, M.T., Penyuluh Lingkungan Hidup dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat.
Dalam pemaparannya, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumber, teknik pemilahan, hingga pengolahan sampah yang efektif. Selain itu, ditekankan pula perlunya perubahan cara pandang masyarakat terhadap sampah.
“Pengelolaan sampah tidak lagi bisa dianggap sebagai beban, melainkan harus dilihat sebagai sumber daya yang memiliki nilai jika dikelola dengan baik sejak awal,” ungkap Mohamad Satori.
Sesi kedua yang digelar pada pukul 13.00–15.30 WIB menghadirkan Weishaguna, S.T., M.M., dosen Unisba, serta Dra. Nenden Naeni Kurniati, M.M., Penyuluh Lingkungan Hidup dari DLH Jawa Barat. Materi yang disampaikan berfokus pada perencanaan partisipatif dalam pengelolaan sampah rumah tangga, terutama di wilayah Arcamanik.
Weishaguna menegaskan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat. Ia menjelaskan bahwa pendekatan berbasis partisipasi melalui survei, analisis, hingga penyusunan rencana aksi menjadi kunci agar program sesuai dengan kebutuhan lokal.
Di akhir setiap sesi, dilakukan briefing teknis antara DPL, mahasiswa, dan perwakilan DLH di tingkat kelurahan. Diskusi ini bertujuan memastikan kesiapan tim dalam melakukan pengumpulan data lapangan sekaligus memulai implementasi program pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Kegiatan ini juga memperkuat kesadaran peserta terhadap kondisi darurat sampah di Jawa Barat, di mana volume sampah terus meningkat dan melampaui kapasitas pengelolaan yang ada. Kondisi tersebut menuntut sistem pengelolaan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Melalui pembekalan ini, DPL dan mahasiswa diharapkan mampu berperan sebagai agen perubahan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat, serta mendukung terwujudnya kawasan bebas sampah di Kecamatan Arcamanik. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi berkelanjutan atas persoalan sampah. (askur/png)***


