MEDIA-KAMPUS.COM – Universitas Islam Bandung (Unisba) bersama Badan Kerja Sama Wanita Islam (BKSWI) turut ambil bagian dalam mendukung pelaksanaan Sekolah Darurat Dharma Patra yang berlokasi di Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang. Program ini hadir sebagai solusi sementara untuk menjamin keberlanjutan hak pendidikan anak-anak di wilayah terdampak bencana, khususnya ketika sejumlah sekolah belum dapat digunakan akibat ruang kelas yang masih tertutup lumpur.
Bentuk dukungan yang diberikan Unisba dan BKSWI meliputi pemenuhan kebutuhan operasional sekolah darurat serta penyediaan makanan tambahan bagi para siswa. Kehadiran sekolah darurat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar sementara yang aman, tetapi juga menjadi sarana pemulihan psikososial bagi anak-anak yang terdampak secara emosional.
Sekolah Darurat Dharma Patra merupakan hasil sinergi berbagai pihak, di antaranya Yayasan Dharma Patra, Pertamina Field Rantau, TNI, BNPB, Unisba, BKSWI, serta relawan dari berbagai unsur. Demi menciptakan suasana belajar yang kondusif dan aman, tenda-tenda sekolah didirikan di area helipad Pertamina Field Rantau yang dinilai paling layak. Sekolah darurat ini juga terbuka bagi siswa dari sekolah lain di sekitar Kecamatan Rantau yang hingga kini belum dapat kembali beroperasi.
Serangkaian kegiatan pendukung telah dilaksanakan, dimulai dengan rapat koordinasi lintas sektor dan pemenuhan kebutuhan operasional sekolah darurat pada 2 Januari 2026. Keesokan harinya, 3 Januari 2026, digelar kegiatan dukungan psikososial bagi tenaga pendidik dan karyawan yang dibawakan oleh Rahmah Nur Rizki, S.Psi., M.Psi. Proses belajar mengajar secara resmi dimulai pada 5 Januari 2026, ditandai dengan pelaksanaan upacara bendera serta pendampingan psikososial bagi siswa bersama Andi Alang, pendongeng sekaligus ventriloquist. Kegiatan berlanjut pada 6 Januari 2026 melalui senam bersama dan pendampingan psikososial yang melibatkan para guru dan relawan.
Sekolah darurat ini beroperasi setiap Senin hingga Kamis, pukul 08.00–10.00 WIB, dengan dukungan sekitar 65 tenaga pendidik dan relawan yang bertugas secara bergiliran. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan belajar tercatat berkisar antara 287 hingga 320 anak dari jenjang TK, SD, dan SMP.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unisba, Prof. Dr. Neni Sri Imaniyati, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa keterlibatan Unisba dalam Sekolah Darurat Dharma Patra merupakan wujud nyata peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat, terutama pada situasi kebencanaan.
“Unisba hadir tidak hanya untuk menjaga keberlangsungan pembelajaran, tetapi juga memberikan dukungan psikososial agar anak-anak merasa aman, pulih secara emosional, dan kembali bersemangat untuk belajar. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan pendidikan pascabencana,” tuturnya. (askur/png)


