MEDIA-KAMPUS.COM (NMN) – Universitas Islam Bandung (Unisba) terus berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki pemahaman keislaman yang kuat serta akhlak karimah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pesantren Calon Sarjana Gelombang 1 Tahun Akademik 2026/2027 oleh Lembaga Peningkatan Insan Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid (LPI3M) Unisba.
Berlangsung di Kampus II Unisba, Ciburial, pada 12–21 Oktober 2026, kegiatan ini diselenggarakan dalam tiga sesi dengan melibatkan 656 mahasiswa. Pesantren Calon Sarjana menjadi bagian dari pembinaan menjelang kelulusan agar mahasiswa memiliki bekal keagamaan dan karakter yang memadai sebelum memasuki kehidupan bermasyarakat.
Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa pendidikan di Unisba tidak semata-mata diarahkan untuk menghasilkan sarjana yang menguasai ilmu pengetahuan. Lebih dari itu, lulusan diharapkan mempunyai pemahaman agama yang mendalam dan mampu menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam kehidupan.
Ia menjelaskan, nilai keislaman telah menjadi landasan filosofi pendidikan Unisba sejak universitas tersebut berdiri pada 1958. Komitmen ini terus dipelihara melalui pembelajaran agama Islam dan berbagai program pembinaan, termasuk Pesantren Calon Sarjana yang diikuti mahasiswa menjelang akhir masa studinya.
“Harapannya, lulusan Unisba tidak hanya menjadi seorang ilmuwan, tetapi juga menjadi ulama. Ilmuwan yang ulama, ulama yang intelektual,” ujarnya.
Menurut Rektor, kegiatan pesantren ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperdalam kembali pemahaman keagamaan, meningkatkan kualitas ibadah, serta memelihara keterampilan membaca dan menulis Al-Qur’an. Ia berharap, pengetahuan dan kebiasaan baik yang diperoleh selama mengikuti pesantren dapat terus diterapkan, bahkan setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan tinggi.
Selain itu, para calon sarjana diharapkan mampu menjadi bagian dari khairu ummah, yakni umat terbaik yang senantiasa menaati perintah Allah Swt., menjauhi segala larangan-Nya, dan menjaga keimanan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Ketua LPI3M Unisba, Dr. Parihat, Dra., M.Si., menjelaskan bahwa Pesantren Calon Sarjana merupakan tahap pembekalan terakhir bagi mahasiswa sebelum menyelesaikan pendidikan tinggi dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan di tengah masyarakat.
Ia menyebutkan, program tersebut menjadi salah satu tradisi khas Unisba dalam mempersiapkan lulusan yang mampu mengintegrasikan keunggulan ilmu pengetahuan dengan pengamalan nilai-nilai Islam.
“Pesantren Calon Sarjana merupakan pembekalan terakhir sebelum dilepas ke universitas kehidupan,” ungkapnya.
Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai mujahid, mujtahid, dan mujaddid dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Para peserta juga ditargetkan mampu membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid, menjalankan ibadah berdasarkan tuntunan Rasulullah saw., serta mengambil peran dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, LPI3M Unisba menyajikan berbagai materi pembinaan melalui dua metode pembelajaran, yaitu kelas besar dan kelas tutorial. Kedua metode ini dirancang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa sekaligus mengembangkan keterampilan praktis dalam kehidupan beragama.
Dalam kelas besar, mahasiswa memperoleh materi tentang kepemimpinan berakhlak karimah, penguatan akidah, pengenalan diri, penerapan Tridarma perguruan tinggi, kesempatan melanjutkan studi, serta pentingnya berbakti kepada orang tua dan guru. Pembelajaran juga mencakup pembentukan keluarga harmonis dan pengembangan jiwa kewirausahaan berdasarkan perspektif Islam.
Sementara itu, kelas tutorial memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mempelajari sekaligus mempraktikkan berbagai keterampilan keagamaan. Materinya meliputi tata cara menjadi imam, khatib, dan penceramah, pendalaman ilmu agama atau tafaqquh fiddin, serta praktik pemulasaraan jenazah sesuai dengan tuntunan Islam.
Melalui Pesantren Calon Sarjana Gelombang 1 Tahun Akademik 2026/2027, Unisba berharap dapat mempersiapkan lulusan yang memiliki keseimbangan antara kecakapan akademik, pemahaman agama, dan akhlak mulia. Dengan demikian, para sarjana tidak hanya siap berkiprah secara profesional, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.(askur/nmn)***


