SUASANA khidmat menyelimuti Masjid Al-Asy’ari Universitas Islam Bandung (Unisba) pada Jumat, 12 September 2025. Di masjid yang menjadi pusat kegiatan dakwah mahasiswa itu, puluhan pasang mata menyaksikan momen bersejarah: lahirnya kepengurusan baru Takmir Masjid Al-Asy’ari, lembaga dakwah kampus yang sejak lama menjadi denyut spiritual kehidupan mahasiswa Unisba.
Rangkaian panjang menuju hari pelantikan ini dimulai dari Musyawarah Besar (Mubes) yang berlangsung selama dua hari. Tidak hanya membahas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus periode sebelumnya, forum ini juga menjadi ajang demokrasi mahasiswa untuk menentukan siapa sosok terbaik yang akan menakhodai LDK satu tahun ke depan.
Dari proses musyawarah, dua nama mahasiswa Fakultas Dakwah, Rendi dan Miftah, muncul sebagai peraih suara terbanyak. Namun perjalanan mereka tidak berhenti di situ. Keduanya harus menjalani tahapan fit and proper test serta wawancara yang digelar oleh Bagian Peningkatan Ruhul Islam dan Pengelolaan Masjid (PRIPM) Unisba. “Deg-degan itu pasti, tapi ini juga bagian dari ujian kesiapan diri,” ungkap Rendi saat ditemui selepas sidang wawancara.
Hasil akhirnya, Rendi dipercaya sebagai Ketua Umum dan Miftah sebagai Wakil Ketua Umum. Keputusan tersebut dikuatkan oleh SK Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU. tertanggal 12 September 2025.
Hari pelantikan pun menjadi puncak kebahagiaan. Sebanyak 29 mahasiswa aktif dari berbagai fakultas resmi dikukuhkan menjadi pengurus baru. Dengan wajah sumringah, mereka berdiri berbaris di depan jamaah, menerima amanah besar di bawah lantunan doa yang mengiringi.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Unisba, Dr. Amrullah Hayatudin, S.H.I., M.Ag., memberikan pesan mendalam. Ia menegaskan bahwa menjadi bagian dari Lembaga Dakwah Kampus bukan sekadar aktif di organisasi. Lebih dari itu, LDK adalah ruang pembinaan, tempat menempa diri, dan wadah untuk menjadi teladan mahasiswa yang berakhlak. “Ingatlah, hati yang terikat dengan masjid akan mendapat naungan khusus dari Allah Swt. Itulah kemuliaan yang harus kalian jaga,” ucapnya dengan penuh penekanan.
Senada, Dr. Iwan Permana, S.Sy., M.E.Sy., selaku Kepala PRIPM, memberi dorongan motivasi yang kuat. Ia meminta pengurus baru melanjutkan program-program baik dari periode sebelumnya, sekaligus berani memperbaiki hal-hal yang masih kurang. “Amanah ini adalah tanggung jawab dunia dan akhirat. Jadikan ia jalan meraih ridha Allah, dan jadilah pionir lahirnya mujahid, mujtahid, dan mujaddid di Unisba,” katanya dengan suara lantang yang disambut anggukan serius para pengurus baru.
Prosesi serah terima jabatan berlangsung haru. Beberapa pengurus lama tampak menitikkan air mata saat melepas estafet kepemimpinan, sementara pengurus baru menggenggam erat tangan mereka sebagai simbol komitmen untuk melanjutkan perjuangan dakwah.
Kini, di bawah kepemimpinan Rendi dan Miftah, LDK Takmir Masjid Al-Asy’ari memasuki babak baru. Harapan besar tersemat, agar syiar Islam semakin menggema di lingkungan kampus dan menyentuh masyarakat lebih luas. “Kami hanya ingin dakwah di kampus ini semakin hidup, memberi cahaya bagi siapa pun yang mendekat,” tutur Miftah dengan mata berbinar.
Dengan semangat baru yang menyala, perjalanan LDK Takmir Masjid Al-Asy’ari Unisba pun berlanjut—bukan sekadar menjaga tradisi, tetapi juga menebarkan inspirasi.(ask/png)

