Media Kampus
Masuk
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Reading: Unisba Raih Paten Sederhana Pertama di Bidang Sosial Humaniora, Bukti Nyata Inovasi Berbasis Riset
Share
Media KampusMedia Kampus
Font ResizerAa
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Search
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Have an existing account? Sign In
Follow US
Info Kampus

Unisba Raih Paten Sederhana Pertama di Bidang Sosial Humaniora, Bukti Nyata Inovasi Berbasis Riset

admin@mediakampus
Last updated: Agustus 15, 2026 2:08 pm
admin@mediakampus Published Agustus 15, 2026
Share
Unisba Raih Paten Sederhana Pertama di Bidang Sosial Humaniora, Bukti Nyata Inovasi Berbasis Riset
Untuk pertama kalinya, Unisba memperoleh sertifikat paten sederhana di bidang Sosial Humaniora (Soshum) melalui invensi berjudul “Metode Penilaian Kelayakan Pembiayaan Syariah Berkelanjutan untuk Usaha Mikro dan Kecil pada Bank Perekonomian Rakyat Syariah.”(foto: komhumas unisba)
SHARE

MEDIA-KAMPUS.COM (NMN) – Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali menorehkan prestasi dalam pengembangan kekayaan intelektual. Untuk pertama kalinya, Unisba berhasil memperoleh sertifikat paten sederhana di bidang Sosial Humaniora (Soshum) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Contents
Kolaborasi Antarbidang Jadi KunciPaten Bukan Akhir, tetapi Awal Hilirisasi InovasiDorong Pertumbuhan Paten Soshum Unisba

Paten tersebut diberikan atas invensi berjudul “Metode Penilaian Kelayakan Pembiayaan Syariah Berkelanjutan untuk Usaha Mikro dan Kecil pada Bank Perekonomian Rakyat Syariah.” Capaian ini menjadi salah satu bentuk rekognisi terhadap kemampuan dosen dan peneliti Unisba dalam menghasilkan inovasi berbasis riset di bidang Soshum.

Inovasi tersebut lahir dari kolaborasi enam inventor, yakni Prof. Dr. Neni Sri Imaniyati, SH., M.Hum., Rudy Hartanto, SE., M.Si., Dr. Panji Adam Agus Putra, S.Sy., MH., Rimba Supriatna, SH., MH., Riyang Mardini, SE., M.Ak., Ak., serta Annisa Nadiyah Rahmani, SE., M.Ak.

(Pjs.) Kepala Pusat Pengembangan dan Pelayanan Kekayaan Intelektual (P2KI) LPPM Unisba, Dr. Muhammad Ilman Abidin, S.H., M.H., mengatakan keberhasilan tersebut membuktikan bahwa potensi paten tidak hanya lahir dari penelitian bidang teknik, kedokteran, maupun ilmu eksakta.

Menurutnya, penelitian dan inovasi bidang Soshum juga memiliki peluang besar untuk mendapatkan perlindungan paten apabila dikembangkan melalui pendekatan yang tepat.

“Alhamdulillah, untuk pertama kalinya paten Soshum Unisba mendapatkan granted dari DJKI. Ini menjadi hasil dari sosialisasi dan pendampingan yang dilakukan Pusat KI, termasuk dari pemeriksa paten DJKI,” ujarnya.

Kolaborasi Antarbidang Jadi Kunci

Ilman menjelaskan, salah satu strategi penting dalam menghasilkan paten bidang Soshum adalah membangun kolaborasi lintas disiplin ilmu. Penelitian sosial dan humaniora dapat dikembangkan menjadi sebuah metode maupun sistem baru ketika dipadukan dengan keilmuan lain.

Ia menilai kolaborasi solid dalam tim inventor, termasuk peran Prof. Neni sebagai penggagas awal, menjadi salah satu faktor yang memungkinkan lahirnya paten tersebut.

“Karena adanya kolaborasi yang solid dari tim Unisba dan Prof. Neni sebagai penggagas awal, serta kolaborasi dengan bidang keilmuan lain, maka paten di bidang Soshum sangat dimungkinkan,” katanya.

Proses memperoleh paten tersebut, lanjut Ilman, tidak berlangsung secara instan. P2KI LPPM Unisba harus melalui proses pengajuan sekaligus pendampingan untuk memastikan invensi yang diajukan memenuhi ketentuan paten.

Dalam proses tersebut, P2KI juga memperoleh berbagai masukan dari pemeriksa paten DJKI, terutama terkait pengembangan invensi Soshum agar memiliki karakteristik yang dapat memenuhi persyaratan perlindungan paten.

Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah mengintegrasikan keilmuan Soshum dengan teknologi informasi. Perkembangan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) dinilai membuka ruang yang semakin luas bagi pengembangan metode maupun sistem inovatif untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat.

“Untuk menyiasatinya adalah dengan berkolaborasi dengan keilmuan lain, salah satunya Teknologi Informasi. Dengan begitu, keilmuan Soshum dapat dikembangkan menjadi metode dan sistem baru untuk memecahkan masalah,” jelasnya.

Paten Bukan Akhir, tetapi Awal Hilirisasi Inovasi

Ilman menegaskan bahwa keberhasilan mendapatkan sertifikat paten bukan merupakan tujuan akhir dari proses inovasi. Menurutnya, paten justru menjadi titik awal untuk membawa hasil penelitian menuju tahap hilirisasi, utilisasi, dan komersialisasi.

“Paten itu bukan hasil akhir. Paten adalah langkah awal untuk kemudian dikomersialisasikan atau diutilisasi. Kalau sudah dikomersialisasikan, tentu manfaatnya akan semakin besar, baik bagi inventor maupun masyarakat,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya memperluas pemanfaatan hasil riset, P2KI Unisba saat ini tengah menjajaki kerja sama dengan Direktorat Kawasan Sains dan Technopark ITB. Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung proses pengembangan bisnis, valuasi inovasi, hingga membuka peluang kolaborasi dengan sektor industri.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Unisba agar hasil penelitian dan invensi tidak berhenti pada kepemilikan sertifikat paten. Sebaliknya, inovasi diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi produk, metode, atau sistem yang memberikan nilai tambah dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dorong Pertumbuhan Paten Soshum Unisba

Keberhasilan memperoleh paten sederhana pertama di bidang Soshum juga diharapkan menjadi pemicu bagi dosen dan peneliti Unisba untuk semakin aktif menghasilkan inovasi yang memiliki potensi perlindungan kekayaan intelektual.

Ilman mengungkapkan bahwa P2KI Unisba saat ini masih mengawal sejumlah draf paten Soshum lainnya yang telah memasuki tahapan pemeriksaan substantif di DJKI.

“Khusus bidang Soshum, Prof. Neni dan saya sedang mengajukan tiga draf paten lagi yang kini dalam proses pemeriksaan substantif. Harapannya, jumlah paten Soshum Unisba akan terus bertambah secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Capaian tersebut sekaligus memperkuat posisi Unisba dalam mendorong budaya inovasi berbasis riset. Dengan dukungan kolaborasi lintas disiplin, teknologi, serta proses hilirisasi yang berkelanjutan, penelitian bidang Sosial Humaniora diharapkan semakin mampu menghasilkan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. (askur/nmn)

TAGGED:#Unisba #PatenSederhana #PatenSoshum #InovasiUnisba #InovasiSoshum #KekayaanIntelektual #RisetUnisba #RisetDanInovasi #PembiayaanSyariah #HilirisasiRiset
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
FacebookLike
TwitterFollow
PinterestPin
YoutubeSubscribe

LATEST NEWS

Yuk Gabung Jadi Penulis di MediaKampus.Info

Punya ide dan cerita menarik? Salurkan bakat menulismu dan bagikan inspirasimu bersama kami! Bergabunglah menjadi penulis sekarang!

Daftar Sekarang

Unisba dan Diplomasi Keilmuan: Silaturahmi dengan Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi

admin@mediakampus admin@mediakampus September 29, 2025
DI Bandung PII Wilayah Jabar Gelar Muswil
Dalam Rangka Milad Unisba ke-65, Fikom Unisba dan Tular Nalar Mafindo Gelar Pelatihan Sekolah Kebangsaan
Pendampingan Kalibrasi Arah Kiblat Masjid Wisata Halal Terintegrasi Tamansari
Desa Sukaresmi Menyatu dalam Semangat World Clean Up Day 2025
Media Kampus
  • Info Kampus
  • Opini
  • Riset & PKM
  • Info Video
  • Feature
  • Dunia Kerja
  • Profil
  • Contact

Mediakampus.info adalah wadah kreatifitas civitas akademi untuk berbagi informasi

© MediaKampus.info – . All Rights Reserved.

Follow US on Socials

  • Disclaimer
  • Ketentuan Privasi
  • Tentang Kami
Selamat Datang Kembali

Silakan Masuk Ke Akun Anda

Username or Email Address
Password

Lupa Pasword?

Belum Jadi Member? Daftar