JUMAT pagi itu, suasana Gedung LPPM Universitas Islam Bandung (Unisba) tampak berbeda. Di lantai tiga, ruangan yang biasanya dipenuhi diskusi akademik kini menjadi saksi pertemuan yang hangat dan penuh arti. Yayasan Unisba menerima kunjungan silaturahmi dari Atase Agama Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi untuk negara-negara di luar Arab.
Kehadiran rombongan Kedutaan Arab Saudi bukan sekadar kunjungan biasa. Mereka datang dengan niat mempererat ikatan ukhuwah dan membuka ruang kolaborasi baru. Bagi Unisba, momen ini merupakan pengakuan terhadap kiprahnya yang tak pernah surut dalam berdakwah dan membina umat dengan komitmen yang istiqamah.
“Ini kesempatan besar bagi Unisba,” tutur Dr. Asep Ramdan Hidayat, Drs., M.Si., Sekretaris Badan Pengurus Yayasan Unisba, dengan semangat yang terpancar jelas. “Kami bisa menjalin kerja sama dengan kampus-kampus dan lembaga pendidikan di Arab Saudi. Tidak hanya untuk studi mahasiswa dan dosen, tapi juga kursus-kursus singkat seperti pembelajaran Bahasa Arab. Semua peluang itu terbuka lebar.”
Pernyataan itu bukan sekadar formalitas. Unisba, melalui Fakultas Kedokteran, bahkan sudah merintis langkah awal dengan Ulumul Qur’an. Walaupun masih perlu banyak penyesuaian, kerja sama tersebut menjadi tanda keseriusan Unisba untuk terus mengembangkan program internasional.
Silaturahmi ini menghadirkan sejumlah tokoh penting. Dari pihak Arab Saudi, tampak Asy-Syaikh Dr. Abdullah bin Nashir Al-Misy’al dari Universitas Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, serta Asy-Syaikh Dr. Ahmad bin Isa Al-Hazimi, Kepala Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi. Mereka hadir bersama para ulama dan pembina lembaga dakwah. Dari Unisba, jajaran pimpinan yayasan dan universitas ikut menyambut, termasuk Prof. Dr. K.H. Miftah Faridl sebagai Ketua Badan Pengurus Yayasan.
Namun lebih dari daftar nama, yang terasa di ruangan itu adalah semangat kebersamaan. Para tokoh saling bertukar gagasan, mengaitkan masa depan pendidikan Islam dengan jaringan kerja sama global. Harapan pun terucap: agar silaturahmi ini menjadi jembatan menuju peningkatan mutu sumber daya manusia, penguatan dakwah Islam, dan perluasan jejaring akademik internasional.
Di tengah dinamika global yang kian menantang, pertemuan ini menjadi bukti bahwa diplomasi keilmuan bisa lahir dari silaturahmi. Dan Unisba, dengan sejarah panjangnya di dunia pendidikan Islam, meneguhkan diri untuk terus berperan bukan hanya bagi umat di Indonesia, tetapi juga dalam percaturan pendidikan Islam dunia.(ask/png)

