Media Kampus
Masuk
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Reading: FK Unisba Dorong Hilirisasi Tanaman Obat, Petani Kampung Wangun Kini Miliki Teknologi Pengering Sederhana
Share
Media KampusMedia Kampus
Font ResizerAa
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Search
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Have an existing account? Sign In
Follow US
Info Kampus

FK Unisba Dorong Hilirisasi Tanaman Obat, Petani Kampung Wangun Kini Miliki Teknologi Pengering Sederhana

admin@mediakampus
Last updated: Agustus 17, 2026 9:38 am
admin@mediakampus Published Agustus 17, 2026
Share
FK Unisba Dorong Hilirisasi Tanaman Obat, Petani Kampung Wangun Kini Miliki Teknologi Pengering Sederhana
Pada 8–9 Agustus 2026, tim dosen FK Unisba menggelar kegiatan bertema “Hilirisasi Tanaman Obat melalui Teknologi Pengeringan Sederhana untuk Meningkatkan Kemandirian dan Nilai Ekonomi Petani Kampung Wangun” di Kampung Wangun, Desa Karya Mukti, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung.(foto: komhumas unisba)
SHARE

MEDIA-KAMPUS.COM (NMN) – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba) terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Pada 8–9 Agustus 2026, tim dosen FK Unisba melaksanakan kegiatan di Kampung Wangun, Desa Karya Mukti, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung dengan mengusung tema “Hilirisasi Tanaman Obat melalui Teknologi Pengeringan Sederhana untuk Meningkatkan Kemandirian dan Nilai Ekonomi Petani Kampung Wangun.”

Contents
Teknologi Pengeringan Jadi Solusi PascapanenMonitoring, Evaluasi, dan Buku Saku Pendamping

Program ini berangkat dari besarnya potensi tanaman obat yang dimiliki Kampung Wangun. Kawasan tersebut memiliki lahan yang sangat mendukung pengembangan berbagai jenis tanaman herbal, sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap bahan baku obat tradisional dan pangan fungsional berbasis alam.

Sayangnya, potensi tersebut belum mampu memberikan nilai ekonomi yang maksimal. Sebagian besar hasil panen masih dipasarkan dalam kondisi segar sehingga masa simpannya terbatas dan kualitasnya mudah menurun setelah dipanen. Selain itu, masyarakat juga masih menghadapi keterbatasan pengetahuan mengenai hilirisasi tanaman obat, teknologi pengolahan pascapanen, serta strategi pengembangan produk agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Menjawab tantangan tersebut, Tim PKM FK Unisba menghadirkan program pemberdayaan yang menggabungkan edukasi dan praktik langsung. Kegiatan meliputi penyuluhan tentang peluang ekonomi tanaman obat, pelatihan pengolahan pascapanen, penerapan teknologi pengeringan sederhana, peningkatan pemahaman mengenai mutu dan keamanan bahan baku, hingga penguatan kapasitas kewirausahaan kelompok tani.

Kegiatan ini diketuai Dr. Lelly Yuniarti, S.Si., M.Kes. bersama anggota Dr. Noormartani, dr., M.Kes., Eka Hendryanny, dr., M.Kes., dan Widayanti, dr., M.Kes. Program tersebut sekaligus menjadi implementasi integrasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang Farmakologi dan Naturopati di lingkungan Fakultas Kedokteran Unisba.

Teknologi Pengeringan Jadi Solusi Pascapanen

Salah satu materi utama dalam PKM adalah pengenalan teknologi pengeringan sederhana sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas hasil panen tanaman obat. Teknologi ini dinilai mudah diterapkan masyarakat dan mampu memperpanjang daya simpan bahan, mempermudah proses penyimpanan maupun pengemasan, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk herbal.

Peserta memperoleh pelatihan mulai dari pemilihan bahan baku, proses sortasi, pencucian, pemotongan, teknik pengeringan, penyimpanan, hingga pengemasan. Tim juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan, standar mutu, dan konsistensi proses agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang lebih baik.

Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung. Metode ini memungkinkan peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengoperasikan setiap tahapan pengolahan tanaman obat secara mandiri.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, Tim PKM FK Unisba menyerahkan satu unit mesin pengering sederhana kepada pengurus RT dan Kelompok Tani Hurip Barokah.

Mesin tersebut diharapkan menjadi sarana bersama dalam mengolah hasil panen tanaman obat sehingga proses pengeringan menjadi lebih efisien, kualitas bahan baku lebih terjaga, risiko kerusakan pascapanen dapat ditekan, serta menghasilkan produk herbal kering yang lebih seragam.

Penyerahan mesin tidak sekadar berupa bantuan peralatan, tetapi juga menjadi bagian dari proses alih teknologi kepada masyarakat. Sebelum alat digunakan, peserta memperoleh pelatihan mengenai teknik pengoperasian, pengaturan proses pengeringan, perawatan mesin, hingga aspek keselamatan kerja.

Dengan demikian, mesin pengering diharapkan mampu menjadi aset produktif kelompok tani sekaligus memperkuat keberlanjutan program hilirisasi tanaman obat di Kampung Wangun.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, program PKM juga bertujuan mengubah pola pikir masyarakat agar tanaman obat tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah.

Tim PKM membekali peserta dengan pengetahuan mengenai kewirausahaan, teknik pengemasan, pengembangan produk, hingga pembentukan unit usaha kelompok. Melalui pendekatan tersebut, Kelompok Tani Hurip Barokah didorong untuk mengembangkan kegiatan produksi secara kolektif sehingga teknologi dan keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Keberadaan mesin pengering menjadi modal awal untuk membangun usaha berbasis tanaman obat. Pengelolaan alat secara bersama diharapkan memperkuat kelembagaan kelompok, meningkatkan tanggung jawab terhadap aset bersama, sekaligus memperbesar peluang berkembangnya ekonomi produktif di tingkat desa.

Dalam jangka panjang, kelompok tani diharapkan mampu menghasilkan bahan baku tanaman obat kering yang lebih terstandar, meningkatkan kualitas kemasan, memperluas jaringan pemasaran, serta membangun kemitraan dengan berbagai pihak.

Monitoring, Evaluasi, dan Buku Saku Pendamping

Untuk memastikan keberhasilan program, Tim PKM FK Unisba juga melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap peningkatan pengetahuan peserta, keterampilan teknis, kemampuan menggunakan mesin pengering, hingga kesiapan masyarakat membangun usaha berbasis tanaman obat.

Keberhasilan program diharapkan tercermin dari meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai hilirisasi tanaman obat, bertambahnya keterampilan pengolahan pascapanen, optimalnya pemanfaatan mesin pengering, terbentuknya unit usaha kelompok, serta meningkatnya nilai ekonomi produk herbal yang dihasilkan.

Sebagai pendukung keberlanjutan program, peserta juga memperoleh buku saku yang berisi panduan praktis mengenai pengolahan tanaman obat. Buku tersebut diharapkan menjadi referensi yang dapat digunakan masyarakat dalam mengembangkan usaha secara mandiri setelah kegiatan PKM selesai.

Program ini merupakan bagian dari unggulan Pengabdian kepada Masyarakat FK Unisba dalam pemanfaatan material alam untuk kesehatan. Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata hilirisasi hasil pendidikan dan penelitian perguruan tinggi agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Melalui penerapan teknologi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, petani diharapkan mampu mengurangi kehilangan hasil panen, meningkatkan mutu produk, serta memperbesar nilai jual tanaman obat. Dengan dukungan mesin pengering dan pendampingan berkelanjutan, tanaman herbal tidak lagi hanya dipasarkan sebagai komoditas segar, tetapi dapat berkembang menjadi bahan baku herbal kering yang memiliki kualitas lebih baik dan nilai ekonomi lebih tinggi.

Kolaborasi antara FK Unisba, pengurus RT, dan Kelompok Tani Hurip Barokah diharapkan menjadi fondasi lahirnya sentra tanaman obat berbasis potensi lokal di Kampung Wangun. Langkah ini tidak hanya membuka peluang peningkatan pendapatan petani, tetapi juga memperkuat kemandirian masyarakat dalam membangun ekonomi desa yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (askur/nmn)***

TAGGED:#FKUnisba #Unisba #PengabdianKepadaMasyarakat #PKMUnisba #TanamanObat #HilirisasiTanamanObat #TeknologiTepatGuna #PemberdayaanPetani #EkonomiDesa #HerbalIndonesia
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
FacebookLike
TwitterFollow
PinterestPin
YoutubeSubscribe

LATEST NEWS

Yuk Gabung Jadi Penulis di MediaKampus.Info

Punya ide dan cerita menarik? Salurkan bakat menulismu dan bagikan inspirasimu bersama kami! Bergabunglah menjadi penulis sekarang!

Daftar Sekarang
LPI3M Unisba Bahas Isu LGBT secara Interdisipliner dari Perspektif Syariah, Psikologi, dan Kesehatan

LPI3M Unisba Bahas Isu LGBT secara Interdisipliner dari Perspektif Syariah, Psikologi, dan Kesehatan

admin@mediakampus admin@mediakampus Agustus 25, 2026
Unisba dan Bank Indonesia Jabar Pererat Kerja Sama Edu-Open Collaboration untuk Penguatan Literasi Ekonomi Mahasiswa
MPI FTK Unisba Dorong Sinergi Pendidikan Islam dan Nasional untuk Mencetak Generasi Berkarakter
Desa Sukaresmi Menyatu dalam Semangat World Clean Up Day 2025
Reaktor Plasma Dingin Unisba: Mengurai Cerita dan Harapan di TPS Berbudaya Arcamanik
Media Kampus
  • Info Kampus
  • Opini
  • Riset & PKM
  • Info Video
  • Feature
  • Dunia Kerja
  • Profil
  • Contact

Mediakampus.info adalah wadah kreatifitas civitas akademi untuk berbagi informasi

© MediaKampus.info – . All Rights Reserved.

Follow US on Socials

  • Disclaimer
  • Ketentuan Privasi
  • Tentang Kami
Selamat Datang Kembali

Silakan Masuk Ke Akun Anda

Username or Email Address
Password

Lupa Pasword?

Belum Jadi Member? Daftar