MEDIA-KAMPUS.COM (NMN) — Komitmen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba) dalam membangun budaya publikasi ilmiah di kalangan dosen mendapat respons positif. Hal itu terlihat dari tingginya minat peserta untuk melanjutkan proses pembinaan setelah mengikuti workshop pengembangan luaran PPkM.
Hasil evaluasi Workshop Pengembangan Luaran PPkM: Penulisan Artikel pada Jurnal, Prosiding, Media Massa, serta Ruang Lingkup Kekayaan Intelektual mencatat bahwa 85 persen peserta bersedia mengikuti program pendampingan lanjutan.
Program lanjutan yang diminati peserta mencakup klinik artikel, pendampingan submission jurnal, hingga pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung proses penulisan ilmiah.
Workshop tersebut berlangsung di Ruang Pertemuan Gedung Dekanat Unisba pada 26 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi FK Unisba untuk memperkuat kemampuan dosen dalam menghasilkan sekaligus mempublikasikan karya ilmiah.
Melalui kegiatan tersebut, dosen diarahkan untuk mengembangkan naskah yang telah dimiliki hingga mencapai tahap siap publikasi. Targetnya mencakup jurnal internasional bereputasi maupun jurnal nasional yang terakreditasi atau terindeks SINTA.
Pendampingan Tidak Berhenti pada Penyampaian Materi
Ketua Pelaksana kegiatan, Dr. Titik Respati, drg., MSc.PH., menjelaskan bahwa workshop dirancang dengan pendekatan yang lebih aplikatif. Peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga memperoleh pendampingan langsung dalam proses pengembangan artikel ilmiah.
Pendampingan mencakup berbagai tahapan, mulai dari penyusunan naskah, peningkatan kualitas artikel, menentukan jurnal yang relevan, hingga mempersiapkan artikel untuk proses submission.
Dalam workshop, peserta dibekali pemahaman mengenai sistematika penulisan artikel ilmiah. Materi dimulai dari penyusunan judul dan abstrak, kemudian pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, kesimpulan, hingga daftar pustaka.
Selain itu, peserta mendapatkan strategi memilih jurnal dengan mempertimbangkan bidang keilmuan, kualitas naskah, serta sasaran publikasi yang hendak dicapai.
Menurut Titik, peningkatan kapasitas dosen dalam menulis dan mempublikasikan hasil penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Publikasi ilmiah tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kewajiban akademik. Lebih dari itu, publikasi menjadi media untuk menyebarluaskan pengetahuan, membangun rekam jejak akademik, sekaligus mendukung peningkatan reputasi institusi.
Praktik Langsung Mendapat Respons Positif
Pendekatan berbasis praktik menjadi salah satu bagian yang memperoleh respons positif dari peserta workshop. Sesi coaching secara langsung, praktik penyusunan artikel, pemahaman tahapan penulisan yang sistematis, pemanfaatan AI, serta strategi pemilihan jurnal dinilai sebagai bagian yang paling memberikan manfaat.
Kepuasan peserta terhadap kegiatan juga tercermin dari hasil evaluasi. Workshop memperoleh nilai rata-rata 4,62 dari skala 5.
Tiga aspek yang mendapatkan penilaian tertinggi adalah kesesuaian tema dengan kebutuhan penulisan artikel ilmiah, kemampuan narasumber dalam menjelaskan strategi penulisan, serta pelayanan panitia. Masing-masing aspek tersebut memperoleh skor 4,75.
Hasil evaluasi tersebut sekaligus memberikan gambaran mengenai kebutuhan peserta terhadap model pembinaan publikasi yang tidak berhenti setelah workshop selesai.
Dari keseluruhan peserta, 85 persen menyatakan bersedia mengikuti pembinaan lanjutan, sedangkan 15 persen lainnya menyatakan mungkin mengikuti dengan mempertimbangkan topik dan waktu pelaksanaan.
Menariknya, tidak ada peserta yang menyatakan tidak berminat mengikuti kegiatan lanjutan.
Tingginya minat peserta menjadi salah satu bahan pertimbangan FK Unisba dalam merancang program pengembangan publikasi ilmiah berikutnya.
Sejumlah rekomendasi diarahkan pada penambahan waktu praktik dan pendampingan, peningkatan jumlah fasilitator, serta penyusunan panduan pemanfaatan AI yang lebih terstruktur.
FK Unisba juga membuka peluang pengembangan klinik artikel dan pendampingan submission jurnal sebagai tindak lanjut workshop. Program tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi dosen untuk memperoleh bimbingan yang lebih intensif dalam menyempurnakan artikel hingga siap diajukan ke jurnal.
Dengan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, FK Unisba terus mendorong peningkatan kapasitas dosen dalam menghasilkan publikasi ilmiah. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan diseminasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta pengembangan rekam jejak akademik dosen dan institusi.(askur/nmn)***


