MEDIA-KAMPUS.COM – Jumat pagi (22/8) di Hotel Grand Tjokro, Bandung, menjadi saksi sebuah perjalanan panjang yang berakhir manis. Di ruangan yang dipenuhi wajah-wajah penuh harap, 41 mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Islam Bandung (Unisba) resmi dilepas menuju babak baru kehidupan mereka. Di balik toga dan senyum itu, tersimpan cerita perjuangan, inovasi, dan pesan penting tentang masa depan dunia tambang Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Teknik Pertambangan Unisba, Dr. Ir. Yunus Ashari, M.T., menekankan bahwa prosesi ini bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi dari kerja keras bersama. Tahun ini, kata Yunus, ada peningkatan yang nyata pada kualitas lulusan. Dari masa studi yang lebih efisien hingga capaian indeks prestasi kumulatif (IPK) yang lebih tinggi, sebagian besar mahasiswa berhasil lulus tepat waktu. “Ini bukti keseriusan mereka dan semakin matangnya sistem pendidikan yang kami terapkan,” ujarnya.
Namun, yang membuat Yunus benar-benar bangga adalah spesialisasi yang telah lama menjadi kekuatan Prodi Tambang Unisba: blasting (peledakan). Menurut tracer study, hampir setiap perusahaan tambang besar di Indonesia memiliki alumni Unisba yang berkecimpung di bidang ini. “Kami memang mengarahkan kompetensi lulusan ke sana, karena pasarnya luas dan menjadi kebutuhan utama industri tambang,” katanya.
Meski penuh optimisme, Yunus tak menutup mata terhadap tantangan yang ada. Regulasi terbaru Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kini mengharuskan sertifikasi blasting diperoleh setelah lulus sarjana dan memiliki pengalaman kerja. “Kalau dulu mahasiswa bisa kuliah sambil mengurus sertifikasi, sekarang tidak lagi. Ini memang menyulitkan, tapi bukan berarti jalan buntu. Kami tengah mencari solusi agar lulusan tetap kompetitif,” jelasnya.
Di balik keterbatasan regulasi, ada modal besar yang dimiliki Unisba: jaringan alumni yang solid. Banyak lulusan Teknik Pertambangan Unisba kini menduduki posisi penting di perusahaan kontraktor besar seperti PT Dahana dan PT DNX Indonesia. Kehadiran mereka membuka jalan dan memperluas kesempatan bagi lulusan baru untuk menembus dunia kerja yang ketat.
Networking, Senjata Masa Depan
Yunus juga menitipkan pesan yang bersifat personal namun krusial: pentingnya membangun jejaring pribadi. “Aktif di himpunan atau BEM itu bagus, tapi dunia kerja sering kali berbicara soal koneksi. Jangan hanya bergantung pada orang tua atau lingkungan kecil. Jalin relasi seluas mungkin, belajar adaptif, dan jangan takut memulai percakapan dengan siapa pun,” pesannya.
Yudisium hari itu bukan hanya akhir, tetapi juga awal dari petualangan baru. Para dosen, staf, dan keluarga menyaksikan 41 lulusan berdiri tegak, siap menyongsong masa depan. Di balik setiap toga ada cerita tentang kerja keras, kegagalan yang diatasi, dan mimpi yang perlahan mewujud.
Dengan bekal kompetensi yang diarahkan sesuai kebutuhan industri, dukungan jaringan alumni yang kuat, dan semangat untuk membangun koneksi, lulusan Teknik Pertambangan Unisba tahun ini siap menjawab tantangan dunia pertambangan nasional. Mereka tidak sekadar membawa gelar, tapi juga tekad untuk memberi warna baru pada industri yang menuntut keahlian, inovasi, dan kolaborasi tanpa henti.(ask/png)

