MEDIA-KAMPUS.COM – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang berlangsung di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Jauhari, Desa Buahdua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengelolaan Sampah Organik serta Implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk Lingkungan dan Masjid”, program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan berkelanjutan sekaligus pemanfaatan energi terbarukan.
Kegiatan PKM dipimpin oleh tim akademisi Unisba yang terdiri dari Dr. Yulia Asyiawati, Ir., M.Si., Prof. Dr. Hilwati Hindersah, Ir., MURP. dari Program Studi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, serta Erwin Harahap, S.Si., M.Sc. dari Program Studi Matematika. Program ini juga mendapat dukungan dari Komunitas Penggerak Masjid (KPM) basis Cinunuk Cileunyi, Kabupaten Bandung, sebagai bentuk kolaborasi dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan dan masjid.
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Buahdua beserta perangkat desa, Kepala Dusun Condong, Ketua RW 05, Ketua RT 02, pengurus RT/RW, pengurus Yayasan Al-Jauhari, para ustadz Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Jauhari, serta sejumlah tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur masyarakat ini mencerminkan tingginya dukungan terhadap program yang berfokus pada pengelolaan lingkungan dan energi bersih.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi program kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan desa. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan, sekaligus mengenal potensi energi surya sebagai sumber energi baru terbarukan yang ramah lingkungan dan ekonomis.
Kepala Desa Buahdua, Ahmad Husen, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program PKM yang dinilai sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Menurutnya, edukasi terkait lingkungan dan teknologi tepat guna sangat diperlukan untuk mendukung pembangunan desa yang lebih maju dan berkelanjutan. Ia berharap kerja sama antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus berlanjut di masa mendatang.
Mendorong Terbentuknya Gerakan Masyarakat Mandiri
Yayasan Al-Jauhari sebagai mitra kegiatan menyatakan kesiapan untuk melanjutkan program ini secara berkesinambungan. Harapannya, kegiatan PKM tidak berhenti pada tahap sosialisasi dan pelatihan, tetapi berkembang menjadi gerakan masyarakat mandiri dalam pengelolaan lingkungan serta pemanfaatan energi bersih di wilayah pedesaan.
Materi pelatihan pengelolaan sampah organik disampaikan oleh Budi Haryadi, S.P., yang juga merupakan pengurus Yayasan Al-Jauhari. Dalam pelatihan tersebut, masyarakat diajarkan cara mengolah sampah organik rumah tangga menjadi produk yang lebih bernilai guna, sekaligus mendukung kebersihan lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat berbasis pengelolaan limbah.
Sementara itu, pelatihan mengenai pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk masjid diberikan oleh Erwin Harahap. Peserta memperoleh penjelasan mengenai prinsip kerja PLTS, manfaat energi surya bagi sarana ibadah, hingga peluang penghematan biaya listrik melalui penggunaan energi terbarukan. Penyampaian materi dilakukan secara sederhana dan praktis sehingga mudah dipahami oleh seluruh peserta.
Program PKM Berdampak ini menghasilkan manfaat yang signifikan bagi masyarakat. Selain meningkatkan pengetahuan mengenai pengelolaan lingkungan, kegiatan ini juga mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah organik. Sampah yang selama ini dianggap sebagai limbah ternyata dapat diolah menjadi pupuk yang memiliki nilai tambah dan manfaat ekonomi.
Di sisi lain, penggunaan lampu tenaga surya dinilai mampu membantu penerangan lingkungan masjid tanpa menambah beban biaya operasional desa. Solusi ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pemanfaatan energi yang lebih hemat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Melalui program ini, masyarakat mulai diperkenalkan pada konsep green village atau desa hijau, khususnya di lingkungan Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Jauhari dan Desa Buahdua secara umum. Pengelolaan sampah organik serta pemanfaatan energi baru terbarukan diharapkan menjadi fondasi bagi pembangunan desa yang lebih berkelanjutan.
Ke depan, program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat diterapkan di berbagai desa lainnya dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, mandiri energi, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan PKM ini, LPPM Unisba kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai bagian dari solusi atas berbagai tantangan masyarakat. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, yayasan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan perubahan yang nyata, berdampak, dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.(askur/png)***


