MEDIA-KAMPUS.ID – Upaya pencegahan Diabetes Melitus Tipe II terus didorong oleh Program Studi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Bandung (Unisba) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berlangsung di Desa Cianting, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan yang melibatkan Kelompok Wanita Tani Desa Cianting ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Program tersebut dikoordinasikan oleh Ai Nonih selaku Sekretaris Kelompok Wanita Tani dan menjadi bagian dari komitmen Unisba dalam menghadirkan solusi kesehatan berbasis ilmu pengetahuan bagi masyarakat.
Acara dibuka oleh Ketua Bidang Pengabdian kepada Masyarakat LPPM Unisba, Prof. Dr. Neneng Nurhasanah, Dra., M.Hum. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan manfaat nyata melalui kegiatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Senada dengan itu, Dekan FMIPA Unisba, Dr. apt. Suwendar, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Ketua Tim PkM Program Studi Farmasi FMIPA Unisba, apt. Ratih Aryani, M.Farm., menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan pada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan pangan fungsional prebiotik sebagai salah satu strategi pencegahan penyakit degeneratif, terutama Diabetes Melitus Tipe II.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari Pemerintah Desa Cianting. Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Cianting, Dani Wahyudin, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara Unisba dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesehatan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi warga.
Edukasi Toga untuk Kesehatan Metabolik
Materi utama disampaikan oleh apt. Bambang Tri Laksono, M.S.Farm., yang mengulas tentang meningkatnya prevalensi Diabetes Melitus Tipe II di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa pola konsumsi makanan tinggi gula dan lemak dapat memicu gangguan metabolisme, peradangan saluran pencernaan, hingga resistensi insulin yang menjadi faktor utama munculnya penyakit diabetes.
Peserta mendapatkan pengetahuan mengenai pemanfaatan berbagai tanaman obat keluarga yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti jahe, pare, dan kayu manis. Ketiga tanaman tersebut diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi membantu menjaga kesehatan metabolik.
Jahe mengandung gingerol yang berperan sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Sementara itu, buah pare memiliki kandungan charantin dan polipeptida-P yang berpotensi membantu mengontrol kadar gula darah. Adapun kayu manis kaya akan sinamaldehid dan polifenol yang diyakini dapat meningkatkan sensitivitas insulin serta membantu menjaga kestabilan glukosa darah.
Selain edukasi TOGA, masyarakat juga mendapatkan pelatihan pengolahan ubi ungu menjadi tepung tinggi pati resisten melalui metode retrogradasi. Dalam sesi ini, tim pengabdian memperkenalkan konsep pati resisten (resistant starch) sebagai komponen pangan fungsional yang berperan sebagai prebiotik.
Berbeda dengan pati biasa yang dicerna di usus halus, pati resisten akan mencapai usus besar dan menjadi sumber nutrisi bagi bakteri baik yang berkontribusi terhadap kesehatan saluran pencernaan.
Ubi ungu dipilih karena selain kaya akan antosianin sebagai antioksidan alami, bahan pangan lokal ini juga berpotensi menghasilkan kadar pati resisten yang lebih tinggi setelah melalui proses pengolahan tertentu. Produk hasil olahan tersebut berpotensi menjadi pangan fungsional yang membantu mengendalikan lonjakan gula darah dan mendukung kesehatan metabolik masyarakat.
Pendampingan Sertifikasi Halal bagi Pelaku Usaha
Untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal, kegiatan ini juga menghadirkan pendampingan sertifikasi halal yang difasilitasi oleh Pusat Halal LPPM Unisba. Para pelaku usaha mendapatkan bimbingan mulai dari persiapan dokumen hingga proses pengajuan sertifikasi halal.
Melalui program ini, diharapkan produk-produk masyarakat memiliki daya saing yang lebih tinggi sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen. Pendampingan tersebut turut dibantu oleh mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unisba, Puspita Ayu.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini melibatkan kolaborasi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Program Studi Farmasi FMIPA Unisba. Tim dosen yang terlibat terdiri atas Dr. apt. Purwaeni, M.Si.; apt. Farendina Suarantika, M.S.Farm.; apt. Hanifa Rahma, M.Si.; dan apt. Taufik Muhammad Fakih, M.S.Farm.
Selain itu, kegiatan didukung oleh tenaga kependidikan Rizki Nuzulfikri, S.Pd.; Faqih Radina, S.T.; Dieni Mardliyani, S.Farm.; dan Nisa Fitriani, A.Md.Ak., serta mahasiswa Tifanil Oktafira dan Muhammad Ilham Al Ghifari.
Melalui sinergi antara Unisba, pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, serta mendorong kesejahteraan warga Desa Cianting secara lebih luas. (askur/png)***


