MEDIA-KAMPUS.COM – Lomba Video Kreatif Tingkat Nasional 2026 yang diselenggarakan Universitas Islam Bandung (Unisba) berhasil menarik antusiasme mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia. Sebanyak 338 peserta dari beragam perguruan tinggi turut ambil bagian dalam kompetisi yang mengangkat isu-isu strategis seperti kesehatan mental, anti judi online, anti kekerasan, zero waste, dan antikorupsi.
Pengumuman pemenang dilaksanakan pada Kamis (18/6). Dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya, jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan signifikan hingga hampir lima kali lipat. Peserta berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Aceh, Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.
Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan semakin besarnya minat mahasiswa untuk memanfaatkan media digital sebagai sarana edukasi, kampanye sosial, sekaligus media penyampaian gagasan kepada masyarakat luas.
Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Unisba, Dr. Asnita Frida B. R. Sebayang, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa kompetisi ini merupakan salah satu inovasi pendidikan yang memanfaatkan media kreatif sebagai sarana pembelajaran yang dekat dengan kehidupan generasi digital.
Menurutnya, video memiliki kekuatan tersendiri karena mampu menjangkau audiens yang lebih luas serta memberikan dampak edukatif yang berkelanjutan.
“Pesan yang disampaikan melalui video dapat ditonton berulang kali dan menjangkau lebih banyak audiens. Karena itu, media digital menjadi sarana yang efektif untuk mengedukasi masyarakat mengenai berbagai isu penting yang dihadapi generasi muda saat ini,” ujarnya.
Asnita juga mengapresiasi tingginya antusiasme mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.
Angkat Isu Strategis yang Dekat dengan Kehidupan Mahasiswa
Ketua Pelaksana kegiatan, Manik Pupunden, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Konseling dan Pengembangan Minat Bakat Mahasiswa Unisba, menjelaskan bahwa tema-tema lomba dipilih berdasarkan relevansinya dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.
Menurutnya, persoalan kesehatan mental, maraknya judi online, kekerasan, korupsi, serta isu lingkungan merupakan persoalan nyata yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.
“Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kesehatan mental mahasiswa masih menjadi tantangan serius. Di sisi lain, penguatan budaya antikorupsi, kepedulian terhadap lingkungan, serta pencegahan berbagai perilaku berisiko di ruang digital juga perlu terus disuarakan kepada generasi muda,” katanya.
Ia menambahkan bahwa tema-tema tersebut selaras dengan arah pengembangan karakter mahasiswa yang menitikberatkan pada kreativitas, inovasi, kepedulian sosial, serta penguatan kapasitas generasi muda yang menjadi fokus program kemahasiswaan nasional.
Proses pendaftaran dan pengumpulan karya berlangsung sejak akhir April hingga pertengahan Mei 2026. Seluruh karya peserta dikirimkan melalui berbagai platform digital seperti Instagram, TikTok, dan Google Drive sehingga memungkinkan mahasiswa dari berbagai daerah dapat berpartisipasi secara lebih mudah dan luas.
Penilaian dilakukan oleh tiga dewan juri, yakni Dr. M.E. Fuady, M.Si., Firmansyah, M.I.Kom., dan Ahmad Fadhly, M.I.Kom. Penjurian mencakup aspek kreativitas, kualitas produksi, kekuatan pesan, relevansi tema, serta dampak edukatif yang dihasilkan.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Juara I diraih oleh Ahmad Baihaqi Sufyan, Raja Agung Sulaiman, Muhammad Rafiasa, dan Nadia Aliya dari IPB University melalui karya berjudul Putaran Terakhir.
Juara II diraih Anita Pratama Indra Sakti dari Universitas Indraprasta PGRI Jakarta melalui karya Tempat Sampah Bernama Bumi.
Sementara Juara III diraih Herta Aqla Mahira dari Universitas Jenderal Soedirman melalui karya Perihal Duka.
Untuk kategori Juara Favorit, penghargaan diberikan kepada Chusnul Hotimah dari Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta melalui karya Recycle Sampah-Mu, Selamatkan Bumi-Mu.
Sedangkan kategori Juara Like Terbanyak diraih Zahra Shezi Fadhilah dan Zahwa Sheza Fadhilah dari Universitas Tanjungpura melalui karya Aku Capek Jadi Kuat.
BEM Fikom Unisba Raih Juara Lomba Ormawa
Selain kategori nasional, penyelenggara juga memberikan penghargaan kepada organisasi kemahasiswaan di lingkungan Unisba melalui kategori Lomba Organisasi Mahasiswa (Ormawa).
Pada kategori ini, BEM Fikom Unisba berhasil meraih Juara I, disusul HIMASTA Unisba sebagai Juara II, dan HIMMAN FEB Unisba sebagai Juara III.
Melalui kompetisi ini, Unisba ingin mendorong mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen media digital, tetapi juga menjadi kreator konten yang mampu menghasilkan karya edukatif, inspiratif, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Kompetisi ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyuarakan gagasan, kepedulian sosial, serta kreativitas melalui media yang akrab dengan kehidupan generasi muda.
Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi kreator muda yang tidak hanya unggul secara teknis dalam produksi konten digital, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial serta mampu menghadirkan solusi konstruktif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat melalui karya-karya kreatif yang bermakna.(askur/png)***


