MEDIA-KAMPUS.COM – Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali menghadirkan inovasi dalam pembinaan mahasiswa profesi melalui penyelenggaraan Pesantren Apoteker Angkatan I. Program ini menjadi langkah strategis dalam membentuk calon apoteker yang tidak hanya unggul secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki karakter Islami yang kuat berdasarkan nilai 3M (Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid).
Sebanyak 70 calon apoteker mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Peningkatan Insan Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid (LPI3M) Unisba pada 22–24 Juni 2026. Kegiatan berlangsung di Masjid Al-Asy’ari Unisba dan Kampus II Unisba Ciburial.
Pesantren Apoteker ini dirancang sebagai wadah pembinaan karakter dan spiritual bagi calon tenaga kefarmasian agar mampu menjalankan profesinya dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam, etika profesi, serta tanggung jawab sosial kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengarahan dari LPI3M mengenai tujuan dan nilai dasar program, dilanjutkan dengan placement test Al-Qur’an serta pembelajaran Al-Qur’an yang dibimbing oleh para dosen pengajar. Hari pertama ditutup dengan pelaksanaan salat berjamaah untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di antara peserta.
Dalam sesi pembekalan, peserta memperoleh berbagai materi yang mengintegrasikan kompetensi profesional dengan nilai keislaman. Salah satunya adalah materi “Public Speaking Islami: Komunikasi Apoteker Berbasis Nilai Islam” dan “Mengokohkan Akidah bagi Apoteker” yang disampaikan oleh Kepala Bagian Pendidikan Agama Islam, Pesantren, dan Pengembangan Kepribadian (PAIPPK) LPI3M Unisba, Dr. Shindu Irwansyah, Lc., M.Ag.
Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai aspek etika dan hukum Islam dalam praktik kefarmasian melalui materi “Penjualan dan Penggunaan Obat Terlarang Menurut Maqashid Syariah.” Materi ini menegaskan pentingnya peran apoteker dalam menjaga kemaslahatan masyarakat sesuai prinsip syariah.
Sementara itu, Ketua LPI3M Unisba, Dr. Parihat, Dra., M.Si., menyampaikan materi “Etika Profesi Apoteker dalam Islam” yang menyoroti pentingnya integritas, kejujuran, dan tanggung jawab moral dalam menjalankan profesi kefarmasian.
Penguatan karakter berbasis nilai 3M semakin diperdalam melalui pemaparan Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., dalam materi “Implementasi 3M bagi Apoteker Muslim.” Dalam kesempatan tersebut, rektor menegaskan bahwa apoteker muslim harus mampu menjadi pribadi yang berjuang dalam kebaikan (Mujahid), berpikir kritis dan ilmiah (Mujtahid), serta menjadi agen pembaruan yang membawa manfaat bagi masyarakat (Mujaddid).
Selain itu, peserta memperoleh materi “Fiqih Ibadah dalam Pelayanan Kesehatan” yang disampaikan oleh apt. Ilman Silanas, S.Farm., M.Kes. Materi tersebut memberikan wawasan mengenai penerapan prinsip-prinsip fikih dalam praktik pelayanan kesehatan sehari-hari.
Berbagai materi lain yang diberikan selama kegiatan turut memperkuat pemahaman peserta mengenai akidah, etika profesi, fiqih ibadah, serta kajian penggunaan dan distribusi obat dalam perspektif Islam.
Melalui penyelenggaraan Pesantren Apoteker Perdana ini, Unisba berharap dapat melahirkan generasi apoteker yang tidak hanya kompeten di bidang kefarmasian, tetapi juga memiliki komitmen kuat untuk mengamalkan nilai-nilai Islam dalam profesi, pelayanan kesehatan, dan pengabdian kepada masyarakat.(askur/png)***


