MEDIA-KAMPUS.COM (NMN) – Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (Fikom Unisba) terus memperkuat kualitas lulusannya melalui penerapan kurikulum berbasis peminatan. Sebagai langkah awal, Program Studi Ilmu Komunikasi menggelar sosialisasi kepada seluruh dosen pada Kamis (6/8/2026) menjelang implementasi kurikulum baru yang akan mulai diberlakukan pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027.
Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Fikom Unisba, Dr. Tresnawiwitan, M.Si., yang memaparkan konsep serta mekanisme pelaksanaan empat jalur peminatan sebagai strategi membangun kompetensi mahasiswa sesuai kebutuhan industri komunikasi modern.
Menurutnya, sistem peminatan disusun agar mahasiswa memiliki arah pengembangan akademik yang lebih jelas sejak awal perkuliahan. Melalui jalur yang dipilih, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keahlian secara mendalam sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dinamika dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Peminatan bukan sekadar pilihan mata kuliah, melainkan jalur pengembangan kompetensi mahasiswa. Karena itu, mahasiswa perlu mengenali potensi, minat, serta arah karier yang ingin dituju sejak awal,” ujar Tresnawiwitan.
Dalam kurikulum baru tersebut, Program Studi Ilmu Komunikasi Fikom Unisba menawarkan empat jalur peminatan, yakni Content Creator Specialist, Digital Communication Management, Entrepreneur Communication, dan PR Digital Professional.
Jalur Content Creator Specialist dirancang untuk membentuk mahasiswa yang memiliki kemampuan produksi konten digital, penulisan kreatif, serta jurnalisme presisi. Sementara Digital Communication Management menitikberatkan pada penguasaan strategi komunikasi korporasi, komunikasi publik, periklanan, hingga manajemen proyek digital.
Adapun Entrepreneur Communication difokuskan pada pengembangan kepemimpinan, komunikasi bisnis digital, inovasi usaha, serta penguatan ekosistem industri halal. Sedangkan PR Digital Professional membekali mahasiswa dengan kompetensi mengelola reputasi digital, membangun branding, menyusun storytelling, melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hingga merancang berbagai aktivitas komunikasi publik.
Terapkan Prinsip Linieritas dalam Kurikulum
Tresnawiwitan menjelaskan bahwa setiap jalur peminatan memiliki beban studi sebanyak 12 SKS yang ditempuh secara bertahap mulai semester empat hingga semester enam. Mahasiswa akan mulai mengambil mata kuliah peminatan pada semester empat dan wajib melanjutkan mata kuliah lanjutan dalam jalur yang sama pada semester berikutnya.
Ia menegaskan bahwa kurikulum baru ini mengedepankan prinsip linieritas, sehingga mahasiswa diharapkan konsisten menempuh satu jalur peminatan hingga menjadi dasar dalam penyusunan tugas akhir atau skripsi.
“Mahasiswa perlu memandang peminatan sebagai satu perjalanan akademik yang saling terhubung. Pilihan pada semester awal akan menentukan mata kuliah lanjutan sekaligus menjadi fondasi dalam menentukan topik skripsi,” jelasnya.
Sosialisasi kepada para dosen juga bertujuan menyamakan persepsi mengenai implementasi kurikulum, khususnya bagi dosen wali yang akan mendampingi mahasiswa dalam menentukan jalur peminatan. Pendampingan tersebut diharapkan mampu membantu mahasiswa memilih bidang yang sesuai dengan potensi, kemampuan, minat, serta rencana karier jangka panjang.
Bagi mahasiswa angkatan 2024 yang sebelumnya telah mengambil mata kuliah pilihan di luar jalur peminatan, Program Studi Ilmu Komunikasi memberikan kebijakan transisi. Meski demikian, mata kuliah berikutnya tetap harus mengikuti jalur peminatan yang telah dipilih agar proses pembentukan kompetensi berlangsung secara berkesinambungan.
Mahasiswa dijadwalkan mulai menentukan peminatan menjelang pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Sebelum menetapkan pilihan, mereka dianjurkan berkonsultasi dengan dosen wali agar keputusan yang diambil selaras dengan potensi diri dan target profesi di masa depan.
Melalui implementasi empat jalur peminatan tersebut, Fikom Unisba menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang spesifik, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan industri komunikasi, media digital, hubungan masyarakat, komunikasi korporasi, industri kreatif, hingga dunia kewirausahaan berbasis digital. (askur/nmn)***


