MEDIA-KAMPUS.COM (NMN) – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Syariah Universitas Islam Bandung (Unisba) menggelar Sharia Investment & Financial Talk dengan tema “Membangun Generasi Cakap Financial Syariah di Era Digital dan Investasi Berkelanjutan”, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini berlangsung di Aula Utama Unisba, Jalan Tamansari Nomor 1, Kota Bandung.
Acara tersebut diselenggarakan untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai literasi keuangan syariah, pengelolaan keuangan pribadi, dan pengambilan keputusan investasi secara tepat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital serta beragamnya pilihan produk investasi.
Dalam kegiatan ini, BEM Fakultas Syariah Unisba menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), serta dosen Unisba yang juga bertugas sebagai Duta Literasi Keuangan OJK. Kehadiran para narasumber dari unsur regulator, pasar modal, dan akademisi diharapkan mampu memberikan perspektif yang lebih luas mengenai pengelolaan keuangan dan investasi berdasarkan prinsip syariah.
Memperkuat Literasi Keuangan Syariah di Era Digital
Literasi keuangan merupakan bekal penting bagi generasi muda, terutama mahasiswa yang mulai menghadapi kebutuhan finansial dan belajar mengatur keuangan secara mandiri. Di tengah semakin mudahnya akses terhadap layanan keuangan digital, kemampuan memahami produk keuangan, mengenali risiko, dan mengatur prioritas pengeluaran menjadi semakin diperlukan.
Melalui Sharia Investment & Financial Talk, mahasiswa didorong untuk membangun kebiasaan mengelola keuangan secara terencana. Langkah tersebut dapat dimulai dengan membedakan kebutuhan dan keinginan, membiasakan diri menabung, serta menentukan pilihan investasi sesuai tujuan dan kemampuan finansial.
Selain memahami pengelolaan keuangan, mahasiswa juga perlu memiliki sikap kritis terhadap berbagai penawaran investasi yang beredar di platform digital. Kemudahan transaksi tidak serta-merta menjamin bahwa suatu produk investasi aman atau bebas risiko. Oleh sebab itu, calon investor perlu memeriksa legalitas penyelenggara, memahami karakteristik produk, serta memperhitungkan kemungkinan keuntungan dan kerugian sebelum mengambil keputusan.
Dalam perspektif keuangan syariah, pemahaman tersebut perlu disertai pengetahuan mengenai prinsip-prinsip syariah yang menjadi dasar transaksi. Mahasiswa diharapkan dapat mengenali karakteristik produk keuangan syariah dan memastikan kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku. Dengan begitu, keputusan finansial tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mempertimbangkan prinsip dan etika dalam bertransaksi.
Investasi Berkelanjutan dan Pentingnya Tanggung Jawab Finansial
Pembahasan mengenai investasi berkelanjutan dalam kegiatan ini juga relevan dengan perkembangan dunia investasi yang semakin memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola. Investasi tidak hanya dipahami sebagai cara memperoleh keuntungan finansial, tetapi juga sebagai salah satu sarana untuk mendukung kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Bagi mahasiswa Fakultas Syariah, tema tersebut menjadi kesempatan untuk memahami keterkaitan antara aktivitas ekonomi, etika bisnis, dan tanggung jawab sosial. Dalam prinsip keuangan syariah, keadilan dan transparansi merupakan unsur penting dalam transaksi, disertai upaya menghindari praktik yang bertentangan dengan ketentuan syariah.
Oleh karena itu, kecakapan finansial tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan memilih instrumen investasi yang menguntungkan. Kemampuan tersebut juga mencakup pemahaman terhadap mekanisme transaksi, kecermatan dalam menilai risiko, pertimbangan atas dampak keputusan ekonomi, serta tanggung jawab dalam mengelola keuangan.
Kehadiran OJK dan BEI diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami ekosistem jasa keuangan dan pasar modal secara lebih baik. Pengetahuan tentang regulasi, prinsip kehati-hatian, dan pentingnya menggunakan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan menjadi bekal untuk mengambil keputusan investasi secara rasional.
Membangun Generasi Muda yang Bijak dalam Berinvestasi
Melalui penyelenggaraan Sharia Investment & Financial Talk, BEM Fakultas Syariah Unisba berharap mahasiswa semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang cerdas, terarah, dan sesuai dengan prinsip syariah. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk memenuhi kebutuhan pribadi maupun mempersiapkan investasi pada masa mendatang.
Edukasi keuangan bagi mahasiswa juga berperan dalam membangun kesadaran bahwa keputusan finansial yang diambil sejak usia muda dapat memengaruhi kondisi ekonomi pada masa depan. Dengan literasi keuangan yang memadai, mahasiswa diharapkan mampu menyikapi tren investasi secara kritis, menghindari tawaran keuntungan yang tidak realistis, dan lebih berhati-hati terhadap informasi keuangan yang belum terverifikasi.
Penguatan literasi keuangan syariah di perguruan tinggi diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya mampu memanfaatkan layanan keuangan digital, tetapi juga cakap dalam menilai risiko dan mengambil keputusan investasi secara bertanggung jawab. Orientasi keberlanjutan dan kesadaran etis juga menjadi bagian penting dalam membangun perilaku finansial yang bijaksana.
Melalui kegiatan ini, BEM Fakultas Syariah Unisba menegaskan pentingnya pendidikan keuangan bagi mahasiswa sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang mandiri secara finansial, memahami prinsip-prinsip keuangan syariah, serta memiliki tanggung jawab etis dalam menjalankan aktivitas ekonomi.(askur/nmn)***


