MEDIA-KAMPUS.COM (NMN) – Sebanyak 15 siswa SMA Karya Pembangunan Paseh, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, mendapatkan pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mengembangkan kreativitas. Kegiatan tersebut dikemas melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang digelar tim dosen Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom) Bandung, Sabtu (11/7/2026).
Mengangkat tema “Pemanfaatan AI untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa”, kegiatan ini dipimpin oleh Satya Indra Karsa, Drs., M.Ikom. Tim pelaksana juga melibatkan lima dosen lainnya, yakni Wiwi Budiwarti, S.Sos., M.Si., Iin Yatrien, S.Sos., M.Si., Rakhmat Taufik, S.E., M.M., Moch. Arif, S.Sos., M.Ikom., dan Zaki, S.E., M.Ikom.
Kegiatan dibuka oleh Kepala SMA Karya Pembangunan Paseh, Yanyan Werdiansah, S.Pd. Sementara itu, materi pelatihan disampaikan oleh dua narasumber, yaitu Satya Indra Karsa dan Askurifai Baksin, S.Sos., M.Si.
Dalam sambutannya, Yanyan mengapresiasi inisiatif dosen Stikom Bandung yang telah memberikan waktu dan pengetahuan kepada para siswa. Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan sehingga peserta didik memiliki kompetensi di bidang AI serta keterampilan lain yang mendukung pengembangan kapasitas mereka.
“Semoga tidak hanya sekali ini saja tapi bisa melakukan PKM di sekolah kami agar mereka mempunyai kompetensi di bidang AI dan keterampilan lainnya yang dapat meningkatkan kapasitas pada siswa,” ungkap Yanyan.
Pada sesi pertama, Satya Indra Karsa menyampaikan materi mengenai pentingnya mengenali dan mengembangkan potensi diri. Ia menyoroti persoalan yang kerap dihadapi siswa, yakni potensi yang belum tergali secara optimal dalam kehidupan pergaulan maupun proses pengembangan diri.
“Setiap siswa pasti mempunyai potensi diri. Tapi sering potensi yang dimiliki tidak berkembang, bahkan mungkin akan hilang. Untuk itu awalnya setiap siswa harus mengenal potensi dirinya. Setelah dikembangkan sesuai dengan target yang ingin dicapai,” jelas Satya.
Ia mengajak para siswa untuk memanfaatkan masa muda dengan mengikuti berbagai aktivitas yang dapat mengasah kemampuan dan minat masing-masing. Potensi yang dikembangkan secara konsisten, menurutnya, dapat menjadi aset pribadi yang bernilai untuk mendukung kehidupan di masa mendatang.
Siswa Belajar Membuat Konten Kreatif Berbasis AI
Materi berikutnya disampaikan oleh Askurifai Baksin, dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (Fikom Unisba) sekaligus praktisi AI. Ia menjelaskan perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang semakin banyak digunakan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan dan industri kreatif.
Askurifai juga memberikan gambaran mengenai peluang siswa SMA untuk terjun ke dunia konten kreator. Dengan dukungan teknologi AI generatif, proses pengembangan ide hingga produksi konten digital kini dapat dilakukan dengan lebih mudah dan praktis.
Selama kurang lebih dua jam, peserta diperkenalkan pada penggunaan sejumlah aplikasi AI melalui praktik pembuatan video musik. Materi mencakup tahapan pengembangan ide, penyusunan lirik lagu, pembuatan gambar, produksi video, hingga penyuntingan digital.
Beberapa aplikasi yang diperkenalkan dalam pelatihan tersebut meliputi ChatGPT, Miora.ai, Suno.ai, Dreamina.ai, dan Clipchamp.com.
Menggunakan telepon seluler masing-masing, para siswa langsung mencoba berbagai fitur yang telah dijelaskan oleh narasumber. Peserta mengikuti proses praktik secara bertahap, mulai dari menghasilkan lirik lagu, membuat visual, mengembangkan video, hingga melakukan proses editing.
Pendekatan praktik tersebut membuat materi AI lebih mudah dipahami karena siswa tidak hanya menerima penjelasan secara teori, tetapi juga berkesempatan menghasilkan karya digital secara langsung.
Salah seorang peserta, Raihan Permana, menilai kegiatan PKM tersebut memberikan pengalaman yang menarik. Selain memperoleh pengetahuan dasar mengenai AI, para siswa juga dapat langsung mempraktikkan proses pembuatan video musik.
Menurut Raihan, kombinasi materi dan praktik membuat peserta dapat memahami cara memanfaatkan AI untuk mendukung kreativitas dalam waktu sekitar dua jam pelatihan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan cendera mata dari kedua pihak. Pihak sekolah menyambut positif pelatihan yang dinilai relevan dengan perkembangan teknologi dan peluang siswa untuk mengembangkan diri sebagai calon konten kreator di media sosial.
Melalui kegiatan ini, tim dosen Stikom Bandung berupaya memperkenalkan pemanfaatan AI secara kreatif kepada pelajar sekaligus mendorong mereka untuk mengembangkan potensi, keterampilan digital, dan kemampuan menghasilkan karya.(gifa/mnm)***


