MEDIA-KAMPUS.COM (NMN) – Forum Film Jawa Barat (FFJB) kembali menggelar program Film Purnama pada Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi, edukasi, sekaligus pertukaran gagasan bagi sineas, akademisi, komunitas film, dan masyarakat.
Pada penyelenggaraan kali ini, Film Purnama menayangkan empat film pendek karya sineas dan rumah produksi independen asal Jawa Barat. Keempat film tersebut menyampaikan beragam persoalan sosial, budaya, dan lingkungan melalui pendekatan sinematik yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Film-film yang diputar terdiri atas “Rogahala” produksi Shootclick Pictures, “Bandung Kota Kembung” karya mahasiswa Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (UNIBI), “Perfecting A Flaw” produksi Kupukupu Production, serta “Saucap Nyata” karya Framemograph.
Meskipun mengangkat tema dan gaya penceritaan yang berbeda, keempat film tersebut sama-sama menawarkan refleksi terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Bahasa visual, karakter, konflik, dan sudut pandang para pembuat film menjadi sarana untuk menyampaikan kritik sekaligus membangun kesadaran penonton.
Diskusi Mengupas Proses Kreatif dan Pesan Film
Selain pemutaran film, Film Purnama menghadirkan sesi diskusi bersama sejumlah narasumber. Pembahasan difokuskan pada isu yang dinarasikan dalam setiap film, proses kreatif selama produksi, serta tantangan yang dihadapi para sineas dalam menerjemahkan gagasan ke dalam medium audiovisual.
Diskusi dipandu oleh Askurifai Baksin sebagai moderator. Dialog berlangsung interaktif dengan mempertemukan pengalaman pembuat film, pandangan narasumber, serta tanggapan para peserta.
Para narasumber menjelaskan bahwa film tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga dapat menjadi ruang refleksi, kritik sosial, dan pendidikan publik. Melalui kekuatan cerita dan bahasa sinema, film mampu mengajak masyarakat melihat persoalan sosial dan lingkungan dari sudut pandang yang lebih luas.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan, komentar, dan tanggapan yang disampaikan sepanjang kegiatan. Pertukaran gagasan tersebut membuat sesi diskusi berlangsung dinamis sekaligus memperkaya pemahaman peserta mengenai proses penciptaan dan pemaknaan sebuah film.
Memperkuat Ekosistem Film Independen Jawa Barat
Program Film Purnama mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Kegiatan ini dihadiri komunitas film independen, mahasiswa perfilman, akademisi, pelaku kreatif, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap perkembangan perfilman lokal.
Kehadiran peserta dari beragam latar belakang menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap ruang pemutaran dan diskusi film independen di Jawa Barat. Forum semacam ini juga membuka peluang pertemuan dan kolaborasi antara sineas, komunitas, lembaga pendidikan, dan penonton.
Melalui penyelenggaraan Film Purnama, Forum Film Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk ikut membangun ekosistem perfilman yang sehat, inklusif, dan kolaboratif.
Film Purnama diharapkan terus menjadi wadah bagi sineas lokal untuk memperkenalkan karya, memperoleh apresiasi, bertukar pengalaman, dan memperluas jejaring. Program ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya film-film Jawa Barat yang semakin berkualitas, kritis, serta relevan dengan kehidupan masyarakat.(askur/nmn)***


