Media Kampus
Masuk
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Reading: Kajian Kognitif Gamers Antar Dosen Psikologi Unisba Raih Gelar Doktor dari UI
Share
Media KampusMedia Kampus
Font ResizerAa
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Search
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Have an existing account? Sign In
Follow US
Info Kampus

Kajian Kognitif Gamers Antar Dosen Psikologi Unisba Raih Gelar Doktor dari UI

admin@mediakampus
Last updated: Desember 9, 2025 2:45 pm
admin@mediakampus Published Desember 9, 2025
Share
Kajian Kognitif Gamers Antar Dosen Psikologi Unisba Raih Gelar Doktor dari UI
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung (Unisba) Fanni Putri Diantina, resmi meraih gelar Doktor Psikologi dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI). Sidang terbuka promosi doktornya berlangsung Jumat (5 12).(foto: komhumas unisba)
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung (Unisba) Fanni Putri Diantina, resmi meraih gelar Doktor Psikologi dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI). Sidang terbuka promosi doktornya berlangsung Jumat (5 12).(foto: komhumas unisba)
SHARE

MEDIA-KAMPUS.COM – Dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung (Unisba), Fanni Putri Diantina, resmi menyandang gelar Doktor Psikologi setelah menuntaskan sidang promosi doktornya di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI), Jumat (5/12).

Dalam disertasi berjudul “Non-Problematic & Problematic Gamers: Komponen Kognitif dalam Pengambilan Keputusan Bermain Game Online (Studi Berdasarkan Model Multidimensional I-PACE)”, Dr. Fanni menelusuri secara komprehensif perbedaan fungsi kognitif antara gamers yang bermain secara sehat dan gamers yang cenderung bermasalah. Riset ini menyoroti mekanisme kognitif yang memengaruhi perilaku bermain game—isu yang semakin krusial di tengah pesatnya perkembangan budaya digital.

Penelitian dilakukan melalui tiga rangkaian studi menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Studi pendahuluan mengeksplorasi bias kognitif, kemampuan mengendalikan impuls, craving serta urge, strategi coping, hingga proses pengambilan keputusan. Dua studi lanjutan kemudian memperkuat hasil temuan lewat triangulasi data menggunakan instrumen self-report, wawancara klinis terstruktur, serta tugas kognitif seperti modified Stroop dan Go/No-Go untuk melihat sejauh mana tingkat intensitas bermain game memengaruhi bias kognitif dan kontrol inhibisi.

Hasil penelitian menunjukkan adanya pola-pola serupa maupun berbeda dalam memaknai game online pada kedua kelompok. Walau problematic gamers tampak memiliki kecenderungan bias kognitif lebih tinggi, perbedaannya tidak terlalu mencolok dibandingkan nonproblematic gamers. Keduanya mampu menahan respons impulsif, meski kelompok nonproblematic tetap menunjukkan kontrol inhibisi yang lebih kuat. Tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam akurasi tugas kognitif, dan unsur gamifikasi dalam tugas justru meningkatkan performa sejumlah partisipan.

Temuan tambahan di luar kerangka I-PACE mengungkap bahwa hiperrealitas, self-awareness, self-determination, serta desain tugas yang menyerupai mekanisme game turut memperkuat performa peserta. Hasil ini sekaligus menantang asumsi lama bahwa pemain game cenderung memiliki kontrol inhibisi yang rendah.

Fanni menegaskan bahwa penelitiannya bukan hanya menyajikan gambaran ilmiah, tetapi juga mencerminkan dinamika psikologis generasi digital saat ini.

“Saya menemukan bahwa gamers tidak selalu lemah dalam mengontrol diri seperti yang kerap diasumsikan. Ketika dihadapkan pada tugas yang mirip dengan pengalaman bermain game, performa mereka justru meningkat. Ini memberi perspektif baru mengenai bagaimana lingkungan digital membentuk pola pikir dan proses pengambilan keputusan,” ujarnya.

Ia menambahkan, riset ini penting untuk mendorong pendekatan yang lebih objektif dan berbasis ilmiah dalam memahami perilaku bermain game. “Bukan hanya tentang membatasi, tetapi bagaimana membangun literasi digital, self-awareness, dan regulasi diri agar aktivitas bermain game tetap sehat dan bermakna,” katanya.

Melalui penelitiannya, Fanni juga menawarkan rekomendasi praktis berupa penguatan psikoedukasi terkait self-awareness, regulasi emosi, kontrol diri, penetapan tujuan, serta perilaku digital sehat. Ia juga mendorong penelitian lanjutan yang melibatkan kelompok nongamers, penggunaan stimulus visual berbasis game, serta eksplorasi lebih dalam mengenai faktor moderasi yang membuat problematic gamers terus bermain meski menyadari dampak negatifnya.(askur/png)


TAGGED:#PenelitianGamers #PsikologiDigital #DoktorUnisba #FakultasPsikologiUI #KognitifGamers #GameOnlineResearch #GenerasiDigital #PsikoedukasiDigital #PerilakuGamers #StudiIPACE
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
FacebookLike
TwitterFollow
PinterestPin
YoutubeSubscribe

LATEST NEWS

Yuk Gabung Jadi Penulis di MediaKampus.Info

Punya ide dan cerita menarik? Salurkan bakat menulismu dan bagikan inspirasimu bersama kami! Bergabunglah menjadi penulis sekarang!

Daftar Sekarang

Mengagumkan Mardianto Karim S.Stat., Wisudawan Non Muslim Peraih IPK Tertinggi

admin@mediakampus admin@mediakampus Juni 6, 2020
Fakultas Syariah Unisba Jadi Model Pengelolaan Program Studi bagi STAI Kuningan
Pesantren dan Wacana Feodalisme
Rektor Unisba Dampingi Mendiktisaintek Tinjau Reaktor Plasma Dingin Pengolah Sampah di TPS Berbudaya Arcamanik
Prodi Manajemen Unisba Sukses Selenggarakan Student Creativity 2025
Media Kampus
  • Info Kampus
  • Opini
  • Riset & PKM
  • Info Video
  • Feature
  • Dunia Kerja
  • Profil
  • Contact

Mediakampus.info adalah wadah kreatifitas civitas akademi untuk berbagi informasi

© MediaKampus.info – . All Rights Reserved.

Follow US on Socials

  • Disclaimer
  • Ketentuan Privasi
  • Tentang Kami
Selamat Datang Kembali

Silakan Masuk Ke Akun Anda

Username or Email Address
Password

Lupa Pasword?

Belum Jadi Member? Daftar