MEDIA=KAMPUS.COM – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Bandung (Unisba) terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan masyarakat melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Pengembangan Kewirausahaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyelenggarakan pelatihan budidaya ayam petelur bagi santri, pengurus pesantren, dan masyarakat sekitar Pondok Pesantren Darul Munawwar di Desa Gandamekar, Kabupaten Garut.
Program ini menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Melalui pengembangan usaha peternakan ayam petelur, peserta diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Kegiatan dilaksanakan pada Kamis (18/6/2026) di lingkungan Pondok Pesantren Darul Munawwar. Tim pelaksana terdiri atas Ajrina Febri Suahati, S.T., M.T., MBA., Dr. Ir. Nugraha, S.T., M.T., IPM., Asep Ramdan Hidayat, Drs., M.Si., Ir. Dewi Shofi Mulyati, S.T., M.T., IPM., Iyan Bachtiar, S.T., M.T., serta mahasiswa Program Studi Teknik Industri Unisba.
Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan praktisi peternakan ayam petelur sebagai fasilitator yang memberikan pendampingan langsung kepada peserta selama proses pelatihan.
Bagi pengurus pesantren maupun masyarakat Desa Gandamekar, usaha peternakan ayam petelur merupakan pengalaman baru. Karena itu, program difokuskan pada penguatan kapasitas peserta, mulai dari pemahaman kewirausahaan hingga teknik dasar pengelolaan peternakan.
Dalam sesi pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi mengenai manajemen usaha peternakan, teknik pemeliharaan ayam petelur, pengaturan jadwal pemberian pakan, menjaga kebersihan kandang panggung, hingga cara menangani telur hasil panen agar kualitasnya tetap terjaga dan tidak mudah pecah.
Pendampingan dilakukan secara intensif agar peserta memiliki keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam mengelola usaha peternakan secara mandiri.
Lebih dari sekadar pelatihan, peternakan ayam petelur yang sedang dirintis tersebut diharapkan berkembang menjadi living laboratory atau laboratorium hidup bagi pesantren dan masyarakat sekitar. Melalui fasilitas tersebut, santri dapat belajar berwirausaha secara langsung, sementara warga memiliki kesempatan memperoleh keterampilan baru yang dapat menjadi sumber penghasilan tambahan.
Pengurus Pondok Pesantren Darul Munawwar bersama Pemerintah Desa Gandamekar menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan LPPM Unisba. Bantuan berupa kandang, bibit ayam petelur, pakan, serta pendampingan kewirausahaan dinilai menjadi modal awal yang sangat berarti bagi pengembangan usaha peternakan di lingkungan pesantren.
Melalui Program PKM Pengembangan Kewirausahaan ini, LPPM Unisba berharap usaha peternakan ayam petelur dapat tumbuh secara berkelanjutan, membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan warga, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi pesantren sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.(askur/nmn)***


