MEDIA-KAMPUS.COM – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Islam Bandung (Unisba) menggelar program Recognition Current Competency (RCC) bagi para asesor di Hotel Grand Tebu Bandung pada Senin hingga Selasa (3–3/10). Pelatihan selama dua hari ini diikuti oleh asesor internal Unisba serta peserta dari sejumlah LSP eksternal, antara lain LSP Komunikasi dan Informasi, LSP Halal Institut, LSP Ubhara Jaya, LSP Telkom Prima Cipta Certifia, dan LSP Kimia Industri.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Numan, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng, selaku Ketua Dewan Pengarah LSP Unisba. Turut hadir Ketua LSP Unisba, Dr. Kiki Zakiah Darmawan, bersama para master asesor Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang bertugas sebagai penguji dan pendamping, yaitu Dr. Tini Agustini Kusmawati, Christine Kristiawati Simon, dan Hendi Rudiansah.
Komitmen Tingkatkan Mutu Sertifikasi Profesi
Dalam sambutannya, Prof. Harits menyampaikan apresiasi atas konsistensi LSP Unisba dalam memperkuat kompetensi asesor. Ia menekankan bahwa RCC merupakan bukti komitmen Unisba dalam menjaga kualitas proses sertifikasi bagi mahasiswa dan alumni.
“Saya mengapresiasi LSP Unisba yang terus meningkatkan kompetensi asesor. Ini kegiatan penting agar proses asesmen berjalan objektif, valid, dan sejalan dengan regulasi terbaru BNSP,” ujarnya.
Rektor menambahkan bahwa sertifikasi profesi menjadi nilai strategis bagi lulusan Unisba.
“Setiap tahun sekitar 1.700 sarjana lulus dari Unisba. Sertifikasi profesi menjadi nilai tambah yang membantu mereka lebih cepat masuk dunia kerja, karena kompetensi mereka sudah diakui secara profesional,” jelasnya.
Penguatan Jejaring dan Kolaborasi LSP
Sementara itu, Ketua LSP Unisba, Dr. Kiki Zakiah, melaporkan bahwa RCC tahun ini diikuti 23 asesor dari Unisba dan 10 dari lembaga eksternal, termasuk pimpinan LSP dari beberapa universitas.
“Selain memperbarui kemampuan asesor, RCC juga menjadi sarana mempererat jejaring antarLSP. Kami berharap kerja sama lintas lembaga semakin kuat untuk mendukung pengembangan sertifikasi di berbagai bidang,” kata Kiki.
Kiki menambahkan bahwa LSP Unisba kini memiliki 86 asesor dan 48 skema sertifikasi. Sejak 2018, LSP Unisba secara konsisten menyelenggarakan program peningkatan kapasitas dengan dukungan berbagai mitra seperti TPCC Telkom dan LSP Kominfo.
Tidak hanya meningkatkan kemampuan asesor, kegiatan RCC juga membuka peluang kerja sama lebih luas bagi LSP di Bandung dan sekitarnya. Peserta yang hadir mewakili beragam sektor, mulai dari komunikasi dan teknologi hingga sertifikasi produk halal.
Menurut Kiki, pelaksanaan RCC ini menegaskan peran LSP Unisba sebagai lembaga sertifikasi P1 yang berkomitmen menjaga relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.
“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut agar para asesor selalu mengikuti perkembangan regulasi, metode asesmen, dan sistem pelaporan terbaru dari BNSP,” pungkasnya. (fuad/png)


