MEDIA-KAMPUS.COM (NMN) — Data kini menjadi salah satu fondasi penting dalam menentukan arah pengembangan bisnis. Bagi pelaku usaha, kemampuan membaca dan mengolah data dapat membantu mengenali karakter pelanggan, merancang strategi pemasaran, hingga menentukan langkah bisnis secara lebih terukur. Hal tersebut menjadi fokus dalam kegiatan Sharing Knowledge bertajuk “Data Talks, Business Walks: Mengungkap Peran Statistika di Balik Keputusan Bisnis yang Tepat” yang digelar Pojok Statistik Universitas Islam Bandung (Unisba) secara daring, 25 Juli 2026.
Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkenalkan pemanfaatan ilmu statistika dalam aktivitas bisnis sekaligus memperluas pemahaman mahasiswa dan masyarakat mengenai pentingnya pengambilan keputusan berbasis data.
Antusiasme terhadap kegiatan ini terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 32 orang. Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi, sekolah, dan instansi di sejumlah daerah di Indonesia. Di antaranya Universitas Terbuka, Telkom University, Universitas Bale Bandung, Universitas Pamulang, Universitas Ibn Khaldun Bogor, Universitas Mohammad Husni Thamrin, Universitas PGRI Ronggolawe, STIKep PPNI Jawa Barat, SMAS Muhammadiyah 23, SMA Bintang Mulia, hingga Badan Pusat Statistik (BPS).
Keberagaman latar belakang peserta memperlihatkan adanya ketertarikan lintas kalangan terhadap penerapan statistika, khususnya dalam mendukung aktivitas bisnis dan pengembangan usaha.
Pojok Statistik Unisba menghadirkan dua praktisi muda sebagai narasumber, yakni Naufal Fajar, S.Stat., alumni Program Studi Statistika Unisba sekaligus pemilik Reniev Care, serta Virgy Rahma Rahayu, pendiri RisetHub yang saat ini masih tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Statistika Unisba.
Naufal berbagi pengalaman mengenai perjalanan Reniev Care yang dirintis sejak 2017 sebagai usaha jasa laundry sepatu. Pada 2024, bisnis tersebut melakukan rebranding dan mengembangkan layanan menjadi usaha perawatan sepatu yang lebih komprehensif.
Dalam pemaparannya, Naufal menjelaskan bahwa pemanfaatan data pelanggan dan riset pemasaran menjadi bagian penting dalam menyusun strategi pengembangan Reniev Care. Pendekatan tersebut digunakan untuk mengenali karakteristik pasar, meningkatkan brand awareness, sekaligus mendorong minat beli konsumen.
Salah satu konsep bisnis yang diterapkan Reniev Care adalah model storeless pick-up and delivery. Melalui model ini, layanan tidak bergantung pada keberadaan gerai fisik, melainkan mengandalkan mekanisme penjemputan dan pengantaran sepatu langsung dari dan ke tempat pelanggan.
Strategi pemasaran Reniev Care juga dikembangkan dengan pendekatan segmentation, targeting, and positioning (STP). Sasaran utamanya adalah masyarakat usia produktif di Bandung yang memiliki aktivitas padat dan membutuhkan layanan perawatan sepatu yang praktis.
Naufal juga memaparkan hasil kajian pemasaran media sosial yang melibatkan 100 responden. Data tersebut dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil kajian menunjukkan adanya pengaruh signifikan pemasaran melalui media sosial terhadap brand awareness dan purchase intention pelanggan.
Untuk pengembangan berikutnya, data mengenai tingkat kepuasan pelanggan direncanakan menjadi bagian dari penelitian lanjutan. Data tersebut diharapkan dapat digunakan untuk melakukan evaluasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan Reniev Care.
Sementara itu, narasumber kedua, Virgy Rahma Rahayu, menceritakan pengalamannya membangun RisetHub, sebuah layanan yang bergerak dalam bidang riset dan analisis data. RisetHub didirikan bersama dr. Fajar Awalia Yulianto dengan mengembangkan kemampuan statistika menjadi layanan yang dapat menjawab kebutuhan penelitian.
Cikal bakal RisetHub bermula dari kolaborasi dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) bersama Fakultas Kedokteran pada Februari 2026. Setelah melalui proses pengembangan, RisetHub secara resmi membuka layanan pada Mei 2026.
RisetHub menggunakan sistem kerja berbasis proyek atau project-based. Layanan tersebut juga menyediakan pilihan fast track bagi klien yang membutuhkan penyelesaian pekerjaan dalam waktu lebih singkat.
Adapun layanan yang ditawarkan mencakup pengumpulan dan pengolahan data, penyusunan instrumen penelitian, hingga pendampingan dalam proses publikasi ilmiah. Pengalaman Virgy memperlihatkan bahwa kompetensi statistika dapat dikembangkan tidak hanya untuk kepentingan akademik, tetapi juga menjadi peluang usaha yang memberikan solusi bagi berbagai kebutuhan penelitian.
Melalui kegiatan Sharing Knowledge tersebut, peserta mendapatkan perspektif yang lebih luas mengenai posisi statistika dalam kehidupan profesional. Ilmu statistika tidak hanya berkaitan dengan pengolahan data untuk kepentingan penelitian, tetapi juga dapat digunakan untuk membaca pasar, memahami konsumen, menyusun strategi pemasaran, dan mendukung keputusan bisnis.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pojok Statistik Universitas Islam Bandung dalam memperkuat literasi statistika di kalangan mahasiswa dan masyarakat. Penerapan statistika diharapkan semakin dikenal sebagai kompetensi yang relevan untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja, penelitian, maupun dunia usaha yang semakin berbasis data.(askur/nmn)***


