MEDIA-KAMPUS.COM – Persaingan di sektor perencanaan wilayah dan kota kian ketat, mendorong Universitas Islam Bandung (Unisba) mengambil langkah strategis. Melalui Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), kampus ini menyelenggarakan Uji Kompetensi Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) Konstruksi bagi lulusan baru bekerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah (BJKW) III Jakarta di bawah Kementerian PUPR serta Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Jawa Barat.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (27/4/2026) di Student Center Unisba ini menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk membuktikan kemampuan mereka sesuai standar industri nasional. Sinkronisasi antara kurikulum akademik dan kebutuhan praktis lapangan dinilai menjadi kunci dalam mencetak tenaga perencana yang kompeten di tengah kompleksitas tata ruang yang terus berkembang.
Pelaksanaan uji kompetensi dilakukan secara hybrid, di mana peserta hadir langsung di lokasi, sementara proses asesmen dan wawancara dilakukan oleh asesor melalui platform daring. Metode ini menunjukkan adaptasi teknologi yang baik sekaligus membekali peserta dengan pengalaman komunikasi profesional jarak jauh yang kini menjadi kebutuhan di dunia kerja global.
Sebanyak 56 peserta mengikuti uji kompetensi dengan penuh antusias. Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan kompeten dan berhak menyandang gelar Ahli Muda Perencana Tata Ruang Wilayah dan Kota pada jenjang 7.
Dekan Fakultas Teknik Unisba, M. Dzikron, menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya mengandalkan gelar akademik. Menurutnya, pengakuan profesional melalui sertifikasi menjadi faktor penting dalam memenangkan persaingan kerja.
Ia menambahkan, uji kompetensi ini merupakan bentuk komitmen kampus untuk memastikan lulusan tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga memiliki bukti formal atas kemampuan teknis yang dimiliki.
Hal senada disampaikan perwakilan penyelenggara, Johan Arifin, yang menekankan bahwa sertifikat SKK jenjang 7 bagi fresh graduate memiliki masa berlaku satu tahun. Sertifikat ini diharapkan menjadi modal awal bagi lulusan untuk lebih percaya diri dalam memasuki dunia kerja dan segera terserap di sektor publik maupun swasta.
Sementara itu, perwakilan BMPR Jawa Barat, Asep Kurniawan, mengungkapkan bahwa Indonesia, khususnya Jawa Barat, masih kekurangan tenaga ahli perencanaan bersertifikat. Kehadiran 56 ahli muda dari Unisba dinilai mampu membantu menjawab kebutuhan tersebut sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja di bidang penataan ruang.
Ketua Program Studi PWK Unisba, Asep Hariyanto, melihat peluang besar di sektor ini. Ia menyebutkan bahwa pemerintah tengah mempercepat penyusunan dokumen RTRW dan RDTR di berbagai wilayah Indonesia, sehingga membuka peluang luas bagi lulusan untuk berkontribusi secara aktif.
Sertifikat Kompetensi Kerja kini menjadi syarat wajib dalam pengadaan jasa konsultansi maupun rekrutmen profesional di bidang konstruksi dan perencanaan. Oleh karena itu, kepemilikan SKK sejak awal kelulusan menjadi keunggulan kompetitif bagi lulusan PWK Unisba.
Pelaksanaan uji kompetensi ini sekaligus menandai lahirnya puluhan tenaga profesional muda yang siap berkontribusi dalam pembangunan wilayah dan kota di Indonesia. Dengan bekal kompetensi teknis dan integritas moral, lulusan PWK Unisba diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata ruang yang berkelanjutan.


