Media Kampus
Masuk
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Reading: Stabilisasi Harga Daging Lewat BUMN: Kebijakan Tepat atau Risiko Monopoli?
Share
Media KampusMedia Kampus
Font ResizerAa
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Search
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Have an existing account? Sign In
Follow US
Opini

Stabilisasi Harga Daging Lewat BUMN: Kebijakan Tepat atau Risiko Monopoli?

admin@mediakampus
Last updated: Februari 28, 2026 4:16 am
admin@mediakampus Published Februari 28, 2026
Share
Stabilisasi Harga Daging Lewat BUMN: Kebijakan Tepat atau Risiko Monopoli?
SHARE

Aulia Putri Achmadita & Fariha Salma Anabilla (Mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan Unisba)

Stabilisasi Harga Daging Lewat BUMN: Kebijakan Tepat atau Risiko Monopoli?

Secara teori, intervensi negara dalam pasar pangan memang diperlukan untuk memastikan harga terjangkau dan stok mencukupi. Dengan BUMN sebagai importir utama, pemerintah lebih mudah mengatur ritme distribusi dan melakukan operasi pasar saat krisi pasokan global. Namun, ketergantungan ekstrem pada satu tangan negara membawa risiko sistemik.

Data menunjukkan ketimpangan tajam; sektor swasta hanya diberi jatah sekira 30 ribu ton dari   total 280–297 ribu ton. Artinya, ketika lebih dari 89 persen kendali impor daging berada digenggaman BUMN, iklim kompetisi akan mati suri. Dominasi ini memicu dismotivasi investasi dan rendahnya inovasi dalam rantai pasok. Jika BUMN gagal mengeksekusi distribusi atau terlambat memasok, pasar tidak memiliki bumper atau pemain alternatif yang siap menutup celah pasokan tersebut dengan cepat. Sehingga efek domino kenaikan harga justru bisa lebih fatal.

Bayang-bayang Inefisiensi Birokrasi

Selain itu, BUMN tidak imun terhadap masalah efisiensi dan tata kelola. Sejarah mencatat persoalan birokrasi yang berbelit hingga minimnya transparansi seringkali membayangi tata kelola perusahaan pelat merah. Tanpa mekanisme pengawasan ketat dan partisipasi swasta yang seimbang potensi penyimpangan bisa meningkat. Alih-alih menstabilkan harga, kebijakan ini justru berisiko melahirkan ketergantungan struktural yang membebani konsumen dan kas negara dalam jangka panjang karena berkurangnya insentif untuk memperbaiki layanan.

Penulis tidak menolak peran BUMN secara mutlak, melainkan mendorong fungsi BUMN sebagai penyeimbang bukan penguasa tunggal. Pemerintah seharusnya membuka ruang kolaborasi yang proporsional melalui model hibrida. BUMN fokus mengelola stok cadangan strategis pemerintah, sementara swasta diberi ruang untuk menjaga dinamika pasar komersial. Model ini menciptakan sinergi di mana negara tetap punya kendali atas stok, sementara pasar tetap dinamis dan kompetitif.

Lebih jauh, kebijakan impor  siapa pun pelakunya hanyalah solusi jangka pendek. Pemerintah harus berhenti menjadikan impor sebagai instrumen permanen. Fokus utama wajib dialihkan pada penguatan peternak lokal, perbaikan infrastruktur rantai pasok, dan akses pembiayaan bagi peternak kecil agar kedaulatan pangan tidak sekadar jargon.

Pada akhirnya, keberhasilan kebijakan pangan bukan  diukur dari besarnya kuota yang diberikan kepada BUMN, melainkan dari efektivitasnya menjamin  ketersediaan, keterjangkauan bagi rakyat. Di tengah semangat menjaga stabilitas tanpa kompetisi bukanlah sebuah kemajuan, melainkan bentuk kemunduran yang dikemas dalam wajah yang berbeda.***

Share This Article
Facebook Twitter Email Print
FacebookLike
TwitterFollow
PinterestPin
YoutubeSubscribe

LATEST NEWS

Yuk Gabung Jadi Penulis di MediaKampus.Info

Punya ide dan cerita menarik? Salurkan bakat menulismu dan bagikan inspirasimu bersama kami! Bergabunglah menjadi penulis sekarang!

Daftar Sekarang
Fakultas Syariah Unisba Dorong Penguatan Wisata Syariah di Komunitas Tengger, Bromo

Fakultas Syariah Unisba Dorong Penguatan Wisata Syariah di Komunitas Tengger, Bromo

admin@mediakampus admin@mediakampus Desember 11, 2025
Tingkatkan Daya Saing, 61 Alumni PWK Unisba Raih Hibah Sertifikasi Konstruksi dari BJKW III
Wamendiktisaintek Bahas Strategi untuk Membangun Budaya Ilmiah Berkelas di Indonesia
LSP Unisba: Pilar Kompetensi Menuju Kualitas Global
Unisba Rayakan Yudisium dan Pelepasan 144 Calon Wisudawan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Media Kampus
  • Info Kampus
  • Opini
  • Riset & PKM
  • Info Video
  • Feature
  • Dunia Kerja
  • Profil
  • Contact

Mediakampus.info adalah wadah kreatifitas civitas akademi untuk berbagi informasi

© MediaKampus.info – . All Rights Reserved.

Follow US on Socials

  • Disclaimer
  • Ketentuan Privasi
  • Tentang Kami
Selamat Datang Kembali

Silakan Masuk Ke Akun Anda

Username or Email Address
Password

Lupa Pasword?

Belum Jadi Member? Daftar