MEDIA-KAMPUS.COM (NMN) — Upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat terus dilakukan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Di Desa Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung, Telkom membangun sarana air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap air yang layak.
Program tersebut merupakan bagian dari komitmen Telkom Indonesia dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 6: Clean Water and Sanitation. Kehadiran fasilitas air bersih diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi warga sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat.
Pelaksanaan pembangunan turut mendapat pemantauan dari SDGs Center Telkom University. Melalui kunjungan lapangan pada Jumat (4/9), tim meninjau lokasi pembangunan untuk mengetahui perkembangan pekerjaan serta memastikan fasilitas yang dibangun sesuai dengan kebutuhan masyarakat penerima manfaat.
Dalam monitoring tersebut, tim mengevaluasi progres pengerjaan sekaligus kondisi sarana yang tengah dibangun. Kelayakan fasilitas menjadi salah satu aspek yang diperhatikan agar sarana air bersih nantinya dapat berfungsi secara optimal setelah pembangunan selesai.
Pemantauan kemudian dilanjutkan melalui pertemuan bersama Pemerintah Desa Cileunyi Wetan dan pelaksana lapangan. Pertemuan membahas perkembangan pembangunan, berbagai kendala selama pengerjaan, serta langkah tindak lanjut yang diperlukan untuk memastikan fasilitas dapat dipelihara dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Program CSR tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya diarahkan pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Sarana air bersih yang dibangun diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi warga Desa Cileunyi Wetan serta berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Tel-U Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Kearifan Lokal Sunda
Selain kebutuhan air bersih, persoalan sampah menjadi tantangan lain yang dihadapi masyarakat Desa Cileunyi Wetan. Berdasarkan hasil identifikasi lapangan, timbulan sampah yang berasal dari lima RW mencapai sekitar 600 kilogram per hari.
Volume sampah tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan sistem pengelolaan yang efektif. Akibatnya, penumpukan masih terjadi di kawasan TPS3R maupun lingkungan sekitar permukiman masyarakat.
Untuk merespons persoalan tersebut, Telkom University melalui SDGs Center menjalankan program Waste Management yang mengadopsi nilai kearifan lokal Sunda, “Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh.” Program tersebut menggunakan pendekatan Design Thinking dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses menemukan persoalan hingga merancang solusi.
Nilai Silih Asih diterapkan melalui penguatan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan. Silih Asah diwujudkan dengan memberikan edukasi serta meningkatkan kapasitas warga dalam pengelolaan sampah. Sedangkan Silih Asuh diarahkan pada terciptanya sistem pengelolaan yang saling menjaga, mendukung, dan mampu bertahan dalam jangka panjang.
Pelaksanaan program diawali dengan observasi serta wawancara untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan masyarakat. Hasil pemetaan tersebut selanjutnya dibahas melalui diskusi dan workshop guna merumuskan persoalan sekaligus mengembangkan solusi yang relevan dengan kondisi setempat.
Masyarakat dilibatkan secara aktif, bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga dalam proses perancangan dan pengoperasian sistem pengelolaan sampah. Dalam proses tersebut, dosen dan mahasiswa Telkom University berperan sebagai fasilitator, sementara perangkat desa membantu mengintegrasikan program dengan agenda pembangunan desa.
Program Waste Management ini dirancang selama enam bulan. Tahapannya meliputi pemetaan dan penguatan empati, sintesis masalah dan pengembangan ide, pembangunan serta uji coba purwarupa, hingga tahap refleksi program.
Selain membantu menyelesaikan persoalan sampah di tingkat lokal, program tersebut juga mendukung pencapaian SDG 11, SDG 12, dan SDG 17. Ketiga tujuan tersebut berkaitan dengan pembangunan permukiman berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta penguatan kemitraan antara berbagai pihak.
Saat ini, program telah memasuki tahap akhir pembangunan TPS3R. Sebelumnya, kegiatan sosialisasi telah dilakukan dan memperoleh sambutan positif dari masyarakat Desa Cileunyi Wetan.
Pengembangan program tidak hanya berorientasi pada pembangunan fasilitas fisik. Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci agar sistem pengelolaan sampah dapat terus berjalan setelah program selesai.
Melalui kolaborasi Telkom University, pemerintah desa, dosen, mahasiswa, dan masyarakat, sistem pengelolaan sampah di Cileunyi Wetan diharapkan dapat beroperasi secara efektif, mandiri, dan berkelanjutan.
Lebih jauh, inisiatif tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas dan menjadi bagian dari upaya membangun pengelolaan lingkungan yang lebih baik di kawasan Bandung Raya.(askur/nmn)***



