MEDIA-KAMPUS.COM (NMN) – Universitas Islam Bandung (Unisba) terus memperkuat implementasi program Kampus Berdampak melalui berbagai kegiatan yang menyentuh seluruh sivitas akademika, termasuk tenaga kependidikan yang akan memasuki masa purnabakti. Salah satunya diwujudkan melalui Pelatihan Masa Pembekalan Pensiun Tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari, Kamis hingga Jumat (6–7/8/2026).
Pelatihan tersebut diikuti 22 tenaga kependidikan Unisba yang segera memasuki masa pensiun. Kegiatan ini dirancang untuk membantu peserta mempersiapkan diri menghadapi fase baru kehidupan, baik dari aspek keuangan, kesehatan, mental, maupun aktivitas produktif setelah tidak lagi menjalankan tugas di lingkungan kampus.
Pada hari pertama yang digelar di Student Center Unisba, peserta memperoleh materi komprehensif yang mencakup empat bidang utama, yakni perencanaan keuangan, kewirausahaan, psikologi, dan kesehatan. Pembekalan meliputi materi Financial Planning for Retirement, strategi membangun usaha setelah pensiun, sesi motivasi bertajuk Pensiun dengan Bening Hati, hingga edukasi mengenai pola hidup sehat selama masa purnabakti.
Selanjutnya, pada hari kedua peserta diajak melakukan kunjungan lapangan ke Batagor Yoel, usaha laundry, serta SMM. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung mengenai pengelolaan bisnis sekaligus membuka wawasan mengenai peluang usaha yang dapat dikembangkan setelah pensiun.
Wakil Rektor Bidang Pengembangan Sumber Daya, Dakwah, dan Kemitraan (PSDUK) Unisba, Dr. Helmi Aziz, S.Pd.I., M.Pd.I., mengatakan pelatihan ini merupakan bentuk apresiasi dan penghormatan universitas kepada tenaga kependidikan yang telah memberikan pengabdian terbaik selama bertahun-tahun.
Menurutnya, pembekalan menjelang pensiun bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari komitmen pimpinan Unisba dalam memberikan perhatian kepada para pegawai yang telah berkontribusi besar terhadap perkembangan institusi.
“Materi pembekalan pensiun ini bukan semata-mata kegiatan seremonial atau rutinitas belaka. Lebih dari itu, ini merupakan bentuk komitmen kami selaku pimpinan Universitas Islam Bandung untuk senantiasa memberikan penghargaan dan penghormatan kepada Bapak dan Ibu tenaga kependidikan yang telah mendedikasikan sebagian besar perjalanan hidupnya untuk membangun, menjaga, dan memajukan Unisba,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kemajuan Unisba hingga saat ini tidak terlepas dari peran tenaga kependidikan yang selama ini mendukung berbagai layanan penting, mulai dari administrasi, akademik, keuangan, teknologi informasi hingga pelayanan kampus lainnya. Oleh sebab itu, masa purnabakti tidak dipandang sebagai akhir dari pengabdian, melainkan awal memasuki babak kehidupan yang baru.
Rektor Unisba: Masa Pensiun Harus Tetap Produktif
Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., turut menyampaikan apresiasi atas dedikasi para tenaga kependidikan yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Unisba.
Menurutnya, kontribusi para tenaga kependidikan memiliki peran besar dalam membawa Unisba berkembang hingga seperti sekarang. Karena itu, memasuki masa pensiun harus dipersiapkan dengan matang agar tetap mampu menjalani kehidupan secara produktif.
Mengutip Surah Al-Hasyr ayat 18, Rektor mengajak seluruh peserta untuk mempersiapkan masa depan sebaik mungkin. Perencanaan tersebut mencakup pengelolaan keuangan, kesehatan, pemanfaatan waktu, hingga aktivitas yang akan dijalani setelah memasuki masa purnabakti.
“Bukan setelah pensiun menjadi tidak produktif. Setelah pensiun, waktu Bapak dan Ibu akan lebih banyak. Manfaatkan pembekalan selama dua hari ini agar kehidupan ke depan menjadi lebih baik,” pesannya.
Rektor juga mengingatkan agar peserta tidak tergesa-gesa mengambil keputusan investasi maupun menjalankan usaha hanya karena telah menerima dana pensiun. Menurutnya, setiap peluang harus dianalisis secara matang dengan mempertimbangkan keuntungan sekaligus risiko yang mungkin dihadapi.
Sementara itu, Manager Divisi Bisnis dan Operasional Duta Transformasi (DT) Insani, Bani Asrofudin, M.Sc., menjelaskan bahwa terdapat empat fondasi utama yang harus dipersiapkan sebelum memasuki masa purnabakti, yaitu kesiapan mental, kesehatan, keuangan, dan kewirausahaan.
Ia menuturkan, perubahan rutinitas setelah pensiun sering kali menjadi tantangan tersendiri sehingga kesiapan mental menjadi aspek yang sangat penting. Selain itu, menjaga kesehatan melalui pola makan, pola tidur, serta gaya hidup sehat juga menjadi bekal agar kualitas hidup tetap terjaga.
Dari sisi finansial, peserta diberikan pemahaman mengenai pengelolaan dana pensiun secara bijaksana. Sedangkan materi kewirausahaan diharapkan mampu menjadi alternatif aktivitas produktif sekaligus peluang memperoleh penghasilan setelah tidak lagi aktif sebagai tenaga kependidikan.
“Dari empat hal tadi, yang paling penting harus disiapkan adalah memiliki aktivitas. Sebab kalau tidak memiliki aktivitas, justru itu yang paling berbahaya,” ujar Bani.
Melalui pelatihan ini, Unisba berharap seluruh tenaga kependidikan yang memasuki masa purnabakti mampu menjalani fase baru kehidupan dengan lebih siap, mandiri, sehat, dan tetap produktif. Program tersebut sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Unisba dalam membangun Kampus Berdampak yang memberikan perhatian kepada seluruh sivitas akademika, termasuk setelah mereka menyelesaikan masa pengabdiannya di lingkungan universitas.(askur/nmn)**


