MEDIA-KAMPUS.COM (NMN) — Fakultas Syariah Universitas Islam Bandung (Unisba) memperkuat jejaring kerja sama internasional dengan menerima kunjungan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Muamalat, Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), dalam rangkaian program Global Islamic Students Outreach (GISO) 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Pascasarjana Unisba, Jalan Purnawarman Nomor 59, Bandung, Rabu (26/8/2026), tersebut diikuti 18 mahasiswa Program Sarjana Muda Pentadbiran Muamalat, Fakultas Ekonomi dan Muamalat USIM.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan Head of Programme Bachelor of Muamalat Administration USIM, Dr. Nur Qamarina Binti Sharom, serta Wakil Dekan Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Fakultas Syariah Unisba, Dr. Sandy Rizki Febriadi, Lc., M.A.
Dalam sambutannya, Nur Qamarina menjelaskan bahwa GISO pada dasarnya merupakan program yang diarahkan pada kegiatan pelayanan kepada masyarakat. Namun, kunjungan tersebut juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memperluas jejaring akademik sekaligus berbagi pengalaman dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain.
Ia mengatakan, latar belakang keilmuan mahasiswa USIM yang mengikuti GISO memiliki keterkaitan dengan bidang yang ada di Fakultas Syariah Unisba. Karena itu, kegiatan pengabdian tersebut dinilai relevan untuk dikembangkan menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman akademik.
“Program hari ini sebenarnya berkaitan dengan community service. Tidak begitu terhubung dengan akademik tetapi karena mahasiswa-mahasiswa ini datang dari program yang kuat terhubung dengan bidang yang ada di sini, tidak salah sebenarnya kita berkongsi juga hubungan dengan akademik,” ujarnya.
Sementara itu, Sandy Rizki Febriadi menyambut positif kedatangan mahasiswa USIM ke Unisba. Ia menilai pertemuan tersebut memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa kedua institusi untuk saling bertukar wawasan, pengetahuan, pengalaman, sekaligus mengenal budaya masing-masing.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini kita dapat bertukar wawasan, pengetahuan, ataupun tadi yang Ibu katakan ada cross-cultural, jadi pertukaran kebudayaan,” ungkapnya.
Menurut Sandy, interaksi langsung antarmahasiswa dapat menjadi sarana efektif untuk membangun pengalaman bersama dan memperkuat hubungan lintas negara. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Unisba yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) juga terlibat dalam berbagai aktivitas bersama mahasiswa USIM.
“Biasanya senang kalau mahasiswa dipertemukan lagi dengan aktivitas mahasiswa. Di sini alhamdulillah dari BEM, kemudian dari USIM juga ada pertukaran budaya dengan teman-teman,” katanya.
Ada Penandatanganan Kerja Sama
Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama oleh perwakilan kedua institusi. Penandatanganan tersebut menjadi bagian dari dokumentasi sekaligus laporan pelaksanaan kegiatan GISO 2026, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.
Interaksi mahasiswa Unisba dan USIM semakin menarik ketika memasuki rangkaian kegiatan budaya. Para peserta mengikuti sejumlah aktivitas interaktif yang memperkenalkan bahasa, tokoh, seni, permainan tradisional, serta kebudayaan dari kedua negara.
Beberapa kegiatan yang digelar antara lain Dialect Exchange, Knowing the Figures, Poetry, Traditional Malaysian Games, dan Cultural Presentation.
Beragam aktivitas tersebut membuat kunjungan GISO 2026 tidak sekadar menjadi agenda kelembagaan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa. Melalui dialog dan kegiatan bersama, peserta dapat mengenal perspektif, tradisi, serta budaya dari negara lain secara lebih dekat.
Kunjungan mahasiswa USIM ke Fakultas Syariah Unisba diharapkan semakin mempererat hubungan kedua perguruan tinggi sekaligus membuka peluang pengembangan jejaring internasional di bidang akademik, kemahasiswaan, dan kebudayaan.
Selain memperluas wawasan mahasiswa, kegiatan GISO 2026 juga menjadi bagian dari upaya mendorong terciptanya pengalaman pendidikan yang lebih terbuka terhadap kolaborasi global dan interaksi lintas budaya. (askur/nmn)


