PAGI itu, udara di sekitar Jalan Tamansari terasa lebih segar dari biasanya. Matahari baru saja menampakkan sinarnya ketika halaman Kampus Utama Universitas Islam Bandung (Unisba) mulai dipenuhi warna-warni kaus peserta Fun Bike. Suara tawa, dering bel sepeda, dan semangat yang menular menandai dimulainya Fun Bike 2025, kegiatan yang menjadi bagian dari perayaan Milad ke-67 Unisba.
Sekitar 600 peserta tampak bersiap di garis start. Ada dosen yang datang bersama keluarganya, mahasiswa yang bersepeda dengan teman-temannya, hingga warga Bandung yang sengaja ikut meramaikan acara tahunan ini. Tak ada ketegangan seperti dalam lomba. Yang ada hanyalah keceriaan dan semangat kebersamaan.
“Ini bukan balapan,” ujar Drs. Moh. Subur Drajat, M.Si., Koordinator Pelaksana Fun Bike 2025, dengan senyum lebar. “Kami ingin semua orang menikmati perjalanan ini, bukan mengejar siapa yang tiba duluan. Yang penting gembira, sehat, dan saling menyapa.”
Pukul tujuh lewat sedikit, peserta mulai mengayuh sepeda mereka. Dari Jalan Tamansari, barisan pesepeda bergerak pelan melewati Wastukencana, melintasi rindangnya pepohonan di Martadinata, lalu menyusuri Kosambi dan Asia Afrika yang pagi itu tampak lebih bersih dari biasanya. Di antara kayuhan santai, terdengar canda dan tawa. Banyak yang berhenti sejenak, mengabadikan momen dengan ponsel, menandai perjalanan yang lebih terasa seperti piknik daripada olahraga.
Rute sejauh 10 kilometer itu membawa mereka melewati wajah-wajah Bandung yang klasik dan modern sekaligus: dari jalan-jalan heritage di Sudirman hingga jalur sibuk di Cihampelas, sebelum akhirnya kembali lagi ke kampus. Setibanya di garis akhir, peserta disambut tepuk tangan dan musik riang — seolah setiap orang adalah pemenang.
Namun keseruan tak berhenti di situ. Lapangan kampus mendadak berubah menjadi arena tawa dan kejutan. Panitia menyiapkan beragam doorprize menarik, mulai dari perlengkapan rumah tangga, voucher belanja, hingga grand prize berupa satu unit sepeda motor. Suara riuh menggema setiap kali nomor undian disebut, menciptakan suasana yang benar-benar penuh keceriaan.
Di tengah kemeriahan itu, Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., naik ke panggung menyampaikan sambutan. Suaranya hangat, menenangkan, dan penuh rasa syukur.
“Fun Bike ini bukan perlombaan,” ujarnya. “Kalau ada hadiah, itu hanya bonus. Yang penting adalah kebersamaan, kegembiraan, dan rasa syukur bahwa kita masih bisa merayakan Milad Unisba bersama-sama.”
Kata-kata itu disambut tepuk tangan panjang. Di antara kerumunan, beberapa peserta tampak mengangguk setuju — seolah menemukan makna yang lebih dalam dari sekadar bersepeda santai.
Bagi sebagian orang, kegiatan ini memang sederhana. Tapi di balik kayuhan pedal dan tawa yang bersahutan, Fun Bike 2025 menjadi cermin tentang bagaimana kebersamaan dapat tumbuh dari hal-hal kecil. Ia bukan sekadar olahraga, melainkan simbol kekeluargaan dan semangat hidup sehat yang merekatkan seluruh lapisan sivitas akademika Unisba.
Di usia yang ke-67, Unisba tak hanya merayakan panjangnya perjalanan sebagai institusi pendidikan, tapi juga meneguhkan nilai-nilai yang menjadi fondasinya: ukhuwah, kebahagiaan, dan rasa syukur.
Dan ketika matahari makin tinggi, para peserta mulai berangsur pulang — beberapa masih tersenyum sambil mendorong sepedanya. Tak ada medali, tak ada podium, tapi setiap orang pulang dengan hadiah yang jauh lebih berarti: kenangan tentang tawa, kebersamaan, dan semangat Unisba yang terus hidup dalam setiap kayuhan.(ask/png)



