Media Kampus
Masuk
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Reading: Program Zero Waste Unisba Jadikan Arcamanik Bandung Pilot Project Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi dan Sosial
Share
Media KampusMedia Kampus
Font ResizerAa
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Search
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Have an existing account? Sign In
Follow US
Info Kampus

Program Zero Waste Unisba Jadikan Arcamanik Bandung Pilot Project Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi dan Sosial

admin@mediakampus
Last updated: Maret 5, 2026 2:37 pm
admin@mediakampus Published Maret 5, 2026
Share
Program Zero Waste Unisba Jadikan Arcamanik Bandung Pilot Project Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi dan Sosial
Program Zero Waste Universitas Islam Bandung (Unisba) ditegaskan sebagai solusi konkret pengelolaan sampah di Kota Bandung, dengan Kecamatan Arcamanik ditetapkan sebagai pilot project di tingkat kota dan diharapkan menjadi model untuk Jawa Barat secara umum.(foto: komhumas unisba)
SHARE

MEDIA-KAMPUS.COM – Universitas Islam Bandung (Unisba) menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi nyata pengelolaan sampah di Kota Bandung melalui Program Zero Waste. Kecamatan Arcamanik ditetapkan sebagai wilayah percontohan (pilot project) yang diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah terpadu tidak hanya bagi Kota Bandung, tetapi juga bagi wilayah Jawa Barat.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Konsolidasi Penanganan Sampah yang berlangsung di Aula Lantai 4 Dispora Jawa Barat, Kompleks Jabar Sport Centre, Arcamanik, Kota Bandung, Kamis (4/3/2026).

Dalam forum strategis ini, Unisba menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang diundang. Delegasi kampus tersebut dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Alumni dan Kerja Sama (Alkerma), Prof. Dr. Ratna Januarita, S.H., LL.M., M.H., bersama tim LPPM, tim Zero Waste, serta dosen Fakultas Syariah yang turut menguatkan aspek pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi sirkular dalam program tersebut.

Rapat konsolidasi ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. Herman Suryatman, M.Si., Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Camat Arcamanik, empat lurah se-Kecamatan Arcamanik, serta seluruh Ketua RW yang berjumlah 54 RW.

Dalam arahannya, Herman Suryatman menegaskan adanya kesepakatan bersama lintas unsur untuk menjadikan Arcamanik sebagai kawasan percontohan dalam penyelesaian persoalan sampah secara kolaboratif.

“Hari ini, alhamdulillah, kita telah memiliki komitmen bersama antara pemerintah provinsi, pemerintah kota, tokoh masyarakat, camat, para lurah, dan seluruh Ketua RW di Kecamatan Arcamanik. Wilayah ini akan kita jadikan pilot project bagaimana persoalan sampah dapat diselesaikan secara bersama,” ujar Herman.

Ia menjelaskan bahwa program penanganan sampah tersebut dilakukan melalui dua pendekatan utama yang dijalankan secara simultan.

Pendekatan pertama adalah rekayasa teknologi. Dalam hal ini, Unisba menghadirkan inovasi Reaktor Plasma Dingin yang telah dipasang di Living Laboratory Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Berbudaya Arcamanik. Teknologi tersebut saat ini sedang diuji coba sebagai solusi pengolahan sampah yang lebih efektif sekaligus ramah lingkungan.

Pendekatan kedua adalah rekayasa sosial (social engineering) berbasis masyarakat. Pendekatan ini difokuskan pada perubahan perilaku warga untuk mengurangi sampah, terutama zero food waste atau pengurangan sampah makanan sejak dari sumbernya.

“Kombinasi antara teknologi dan rekayasa sosial ini diharapkan mampu mengubah paradigma masyarakat. Sampah tidak lagi dipandang sebagai masalah, tetapi justru bisa menjadi berkah dan sumber rezeki,” jelasnya.

Sementara itu, Prof. Ratna Januarita menyampaikan bahwa Program Zero Waste Unisba dibangun di atas tiga pilar utama, yaitu pengembangan teknologi reaktor plasma dingin, pengelolaan sampah organik atau food waste, serta pendekatan social engineering untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan teknologi pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah tangga. Oleh karena itu, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam program ini.

Ia juga mengingatkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah sederhana. Dalam kesempatan tersebut, ia mengutip pesan dai nasional Aa Gym yang menekankan pentingnya memulai perubahan dari diri sendiri.

“Seperti yang pernah disampaikan Aa Gym, kita harus mulai dari diri sendiri, mulai dari hal-hal kecil, dan mulai dari sekarang juga. Filosofi itu yang menjadi pegangan kita bersama,” ujarnya.

Prof. Ratna menambahkan bahwa perhatian pemerintah terhadap Arcamanik menjadi momentum penting bagi wilayah tersebut untuk menjadi pelopor perubahan dalam pengelolaan sampah.

“Karena Arcamanik mendapat perhatian khusus dan menjadi lokasi penerapan teknologi pengolahan sampah, kami berharap wilayah ini bisa menjadi agen perubahan dan model bagi kecamatan lain,” katanya.

Dalam mendukung implementasi program, Unisba juga menyiapkan sekitar 500 mahasiswa yang akan diterjunkan secara bertahap untuk melakukan pendampingan dan pemetaan kondisi lapangan.

“Insyaallah sekitar 500 mahasiswa akan turun secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan. Mudah-mudahan semangat ini dapat mengubah sampah menjadi berkah bagi masyarakat. Apalagi menjelang Ramadan, semoga ini menjadi bagian dari keberkahan bersama,” tuturnya.

Sementara itu, Person in Charge Social Engineering Tim Zero Waste Unisba, Dr. Titik Respati, drg., M.Sc.PH., menjelaskan bahwa tahapan awal program dimulai dengan needs assessment melalui kunjungan langsung ke rumah-rumah warga.

Langkah tersebut bertujuan untuk memetakan kondisi pengelolaan sampah di masing-masing wilayah RW.

Program ini menargetkan transformasi sistem pengelolaan sampah di 54 RW di Kecamatan Arcamanik secara bertahap, mulai dari tahap pemetaan, edukasi masyarakat, pelatihan, hingga evaluasi berkelanjutan.

Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat, Kecamatan Arcamanik diharapkan mampu berkembang menjadi model kawasan pengelolaan sampah terpadu yang dapat direplikasi di Kota Bandung maupun wilayah lain di Jawa Barat. (ask/png)**

Share This Article
Facebook Twitter Email Print
FacebookLike
TwitterFollow
PinterestPin
YoutubeSubscribe

LATEST NEWS

Yuk Gabung Jadi Penulis di MediaKampus.Info

Punya ide dan cerita menarik? Salurkan bakat menulismu dan bagikan inspirasimu bersama kami! Bergabunglah menjadi penulis sekarang!

Daftar Sekarang
Unisba Luncurkan Program Spesialis dan Subspesialis, Perkuat Mutu Pendidikan Kedokteran

Unisba Luncurkan Program Spesialis, Perkuat Mutu Pendidikan Kedokteran

admin@mediakampus admin@mediakampus Februari 18, 2026
Bos Baru Kita Adalah Algoritma: Siapa Menjaga Etika dan Kemanusiaan di Era AI?
Mahasiswa Fikom Unisba Sabet Penghargaan Best Presenter di Forum Ilmiah Internasional Malaysia
Unisba Sambut Kunjungan Silaturahim dari President University
Pelantikan Pengurus KPM Unisba 2026 Pertegas Regenerasi Kepemimpinan dan Jejaring Protokoler Jawa Barat
Media Kampus
  • Info Kampus
  • Opini
  • Riset & PKM
  • Info Video
  • Feature
  • Dunia Kerja
  • Profil
  • Contact

Mediakampus.info adalah wadah kreatifitas civitas akademi untuk berbagi informasi

© MediaKampus.info – . All Rights Reserved.

Follow US on Socials

  • Disclaimer
  • Ketentuan Privasi
  • Tentang Kami
Selamat Datang Kembali

Silakan Masuk Ke Akun Anda

Username or Email Address
Password

Lupa Pasword?

Belum Jadi Member? Daftar