MEDIA-KAMPUS.COM – Universitas Islam Bandung (Unisba) secara resmi melepas lima pegawainya untuk menunaikan ibadah haji. Prosesi pelepasan berlangsung di Ruang Rapat Rektor pada Senin (20/4/2026), dihadiri jajaran pimpinan universitas.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Sumber Daya Umum, dan Keuangan (PASDUK), Wakil Rektor Bidang Alumni dan Kerja Sama (Alkerma), serta para dekan dan wakil dekan dari fakultas asal para dosen yang akan berangkat.
Adapun lima dosen yang mendapat kesempatan berhaji tahun ini adalah Dr. Yuli Susanti, dr., M.M. dari Fakultas Kedokteran; Hendi Suhendi, S.Sos.I., M.M. dari Fakultas Dakwah; Dr. APT. Hilda Aprilia, S.SI., M.SI. dari Program Studi Pendidikan Apoteker Fakultas MIPA; Noor Fauzi Isniarno, S.SI., M.T. dari Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik; serta Riswandha Risang Aji, S.T., M.URP. dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik.
Dalam sambutannya, Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., mengekspresikan rasa syukur sekaligus kebahagiaannya atas keberangkatan para jemaah. Ia mengingatkan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik semata, melainkan juga perjalanan spiritual yang menuntut kesiapan lahir dan batin.
Menurutnya, para jemaah adalah tamu Allah (Dhuyufurrahman), sehingga penting untuk meluruskan niat, membersihkan hati, serta memusatkan diri sepenuhnya pada ibadah selama berada di Tanah Suci.
Rektor juga berpesan agar kesempatan tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin dengan memperbanyak ibadah dan doa, tidak hanya untuk diri sendiri dan keluarga, tetapi juga untuk kemajuan Unisba.
“Mohon doa terbaik untuk kampus kita tercinta agar terus diberi keberkahan dan kemajuan,” pesannya.
Di akhir sambutannya, ia turut mendoakan agar seluruh jemaah diberikan kelancaran, kesehatan, serta keselamatan dalam menjalankan rangkaian ibadah haji, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, Prof. Dr. K.H. Miftah Faridl, menegaskan bahwa kesempatan berhaji merupakan karunia besar yang patut disyukuri. Ia menuturkan bahwa panggilan untuk menunaikan ibadah haji sering kali datang melalui cara-cara yang tidak terduga, sebagai bukti bahwa haji adalah panggilan langsung dari Allah SWT.
Ia juga menekankan bahwa ibadah haji tidak hanya berkaitan dengan kemampuan materi, tetapi lebih pada kehendak dan panggilan Ilahi. Oleh karena itu, keikhlasan niat dan kepasrahan menjadi hal utama.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa haji memiliki dimensi pembinaan karakter. Para jemaah diharapkan mampu menunjukkan perubahan positif setelah kembali dari Tanah Suci, baik dalam sikap maupun perilaku sehari-hari.(askur/png)***


